Breaking

Sopir Travel Dibunuh OPM di Wamena, Sempat Disandera dan Dipaksa Dukung Papua Merdeka

nathanael gihon

17 September 2026

Seorang sopir travel bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

infomalangcom – Seorang sopir travel bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 06.00 WIT ketika korban membawa penumpang melalui jalur Wamena menuju Mbua.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan rombongan kendaraan lajuran yang dibawa Aris dihentikan sekelompok orang bersenjata.

Setelah memeriksa pengemudi dan penumpang, kelompok tersebut meminta para penumpang kembali menuju Wamena, sedangkan Aris dibawa ke arah kawasan Danau Habema.

Baca juga: 3 Motor BMW Edisi Spesial, Mahakarya Abad Ini yang Wajib Dimiliki

Sopir Travel Dibunuh OPM Setelah Dicegat di Jalan

Menurut keterangan Koops TNI Habema, Aris kemudian menjadi korban tindakan kekerasan yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia. Tim Koops TNI Habema menemukan kendaraan yang digunakan korban dalam kondisi terbakar bersama jenazah Aris di kawasan Danau Habema.

ANTARA melaporkan OPM Kodap III Ndugama disebut sebagai pelaku kekerasan berdasarkan keterangan Koops TNI Habema. Aparat masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian dan mengejar pihak yang bertanggung jawab.

Aris diketahui merupakan warga asal Toraja, Sulawesi Selatan. Ia bekerja sebagai sopir lajuran yang melayani perjalanan masyarakat dari Wamena menuju wilayah pedalaman. Saat kejadian, korban sedang menjalankan aktivitas transportasi sebelum kendaraan yang ditumpanginya dihentikan kelompok bersenjata.

DetikSulsel melaporkan Aris sempat disandera. Penumpang yang berada bersama korban dilepaskan dan diperintahkan kembali ke Wamena. Sementara Aris dibawa secara terpisah menuju arah Danau Habema.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa korban tidak langsung ditemukan setelah kendaraan dihentikan. Ada rangkaian peristiwa setelah penyanderaan sebelum aparat menemukan kendaraan dan jenazah di lokasi kejadian.

Baca juga: Mandalika Berbenah, Persiapan MotoGP Indonesia 2026 Dimatangkan

Sopir Travel Dibunuh OPM, Video Dukungan Papua Merdeka Beredar

Selain informasi mengenai penyanderaan, beredar video yang memperlihatkan Aris sebelum ditemukan meninggal dunia. DetikSulsel melaporkan dalam video tersebut korban diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan berkaitan dengan Papua merdeka.

Isi video menjadi bagian dari pemberitaan mengenai dugaan paksaan yang dialami korban. Karena informasi itu bersumber dari video yang diterima media, peristiwa tersebut perlu disebut sebagai isi rekaman dan laporan media, bukan dijadikan kesimpulan terpisah tanpa atribusi.

Dalam rekaman yang diberitakan detikcom, sejumlah orang bersenjata terlihat berada di sekitar korban. Aris kemudian disebut menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Papua ketika berada dalam situasi tersebut.

Polisi dan TNI selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan Danau Habema. Dari lokasi, aparat menemukan satu selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter serta tas berisi dokumen milik korban, termasuk SIM A dan STNK kendaraan.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan barang bukti tersebut diamankan dalam olah TKP gabungan TNI dan Polri. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

ANTARA menyebut evakuasi dan pengamanan wilayah dilakukan oleh personel gabungan. Informasi lebih lanjut mengenai proses tersebut akan disampaikan setelah aparat memperoleh hasil pendalaman yang telah terverifikasi.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema menyatakan pihaknya menyayangkan kejadian tersebut karena korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip media.

Dengan adanya pemeriksaan TKP dan pengumpulan barang bukti, aparat berupaya memastikan kronologi kejadian. Fakta mengenai penyanderaan, kekerasan, pembakaran kendaraan, dan kematian korban terus didalami berdasarkan temuan lapangan serta informasi yang telah diverifikasi.

Sopir Travel Dibunuh OPM di Wamena menjadi kasus yang masih dalam penanganan aparat. Informasi mengenai pelaku, motif, dan rangkaian kejadian selanjutnya menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat di sekitar jalur tersebut juga perlu mengikuti informasi resmi dan menghindari penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi. Penanganan kasus dilakukan sambil memastikan proses evakuasi, olah TKP, dan pengejaran pelaku berjalan sesuai prosedur.

Hingga laporan terakhir, aparat masih mendalami kasus ini dan setiap perkembangan akan disampaikan setelah informasi terverifikasi secara resmi kepada publik.