infomalangcom – Menjelang berakhirnya libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, gelombang kendaraan yang kembali menuju Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 1 dan 4 Januari 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa strategi rekayasa lalu lintas disusun dengan memperhatikan dinamika dan lompatan arus kendaraan dari sejumlah wilayah menuju Jakarta, khususnya dari jalur Trans Jawa dan Bandung.
Titik Krusial dan Skema Antisipasi Kepadatan
Menurut Kakorlantas, salah satu perhatian utama adalah pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa dan Bandung yang berpotensi terjadi di KM 66 ruas Tol Jakarta–Cikampek. Untuk mengantisipasi kepadatan di titik tersebut, Korlantas mempertimbangkan penggunaan Tol Jakarta–Cikampek Selatan atau Japek Selatan secara fungsional apabila diperlukan.
“Berkaitan dengan arus balik, strategi yang kita gunakan melihat perkembangan lompatan arus. Jadi ketika nanti dari Trans Jawa, dari Bandung, nanti ada crossing ada pertemuan di KM 66, itu nanti akan kita pertimbangkan apakah Jasa Marga diizinkan Japek Selatan akan kita gunakan,” ujar Kakorlantas.
Selain itu, Korlantas Polri turut menyiapkan skema rekayasa tambahan berupa sistem one way sepenggal. Kebijakan tersebut akan diterapkan apabila indikator kepadatan kendaraan di KM 414 telah mencapai angka 3.600 kendaraan per jam.
Baca Juga: Mahasiswa Kimia UB Lolos Program Riset Taiwan
“Apabila ada indikator parameter dari KM 414 itu sudah 3.600 kami akan coba juga nanti one way sepenggal. Nanti akan kita lihat, yang jelas kita sudah siap merencanakan pengamanan baik arus balik termasuk juga malam tahun baru yang segera akan kita laksanakan,” jelas Agus.
Di sisi lain, Kakorlantas menyampaikan bahwa upaya pengamanan dan pengendalian lalu lintas yang telah dilakukan Korlantas Polri sejauh ini menunjukkan hasil yang positif, tercermin dari penurunan angka fatalitas kecelakaan selama masa Operasi Lilin. Berdasarkan data yang disampaikan, fatalitas kecelakaan selama periode Nataru tercatat turun 23,23 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Skema rekayasa lalu lintas selama masa Nataru ini juga merupakan hasil koordinasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum, yang secara resmi dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Skema pengaturan yang diterapkan meliputi sistem satu arah atau one way, sistem lajur pasang surut atau contraflow, hingga kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap di titik-titik tertentu apabila dibutuhkan.
Sebagai bagian dari langkah pengamanan menyeluruh, Korlantas Polri turut membagi wilayah pengawasan ke dalam beberapa klaster pengamanan guna memastikan setiap titik rawan kepadatan maupun rawan kecelakaan mendapat perhatian khusus dari petugas di lapangan.
Pembagian klaster ini dinilai penting mengingat karakteristik jalur mudik dan balik di berbagai wilayah memiliki tingkat kerawanan yang berbeda-beda, mulai dari jalur tol utama hingga jalur arteri yang menjadi alternatif ketika terjadi penumpukan kendaraan di ruas tol.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penerapan skema rekayasa ini bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Apabila terjadi perubahan arus lalu lintas secara tiba-tiba, petugas dapat langsung melaksanakan manajemen operasional sesuai kebutuhan, tanpa harus menunggu keputusan terpusat, guna memastikan respons yang cepat terhadap potensi kepadatan.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan balik disarankan untuk memantau informasi lalu lintas secara berkala melalui kanal resmi kepolisian maupun pengelola jalan tol, serta mempertimbangkan waktu keberangkatan di luar jam-jam puncak guna menghindari potensi kepadatan di titik-titik pertemuan arus seperti KM 66 Tol Jakarta–Cikampek. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan rekayasa lalu lintas dapat diakses melalui laman resmi Korlantas Polri.
Dengan kesiapan skema rekayasa yang telah disusun secara matang ini, Korlantas Polri berharap arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berjalan lebih lancar dan aman, sekaligus menekan risiko kecelakaan maupun kepadatan panjang di jalur-jalur utama menuju Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: 3.200 Driver Ojol Terlindungi BPJS, Rendra Dorong Cakupan Diperluas













