Breaking

STIE Malangkuçeçwara Lepas 4 Mahasiswa Ikuti Program Magang Internasional

STIE Malangkuçeçwara Lepas 4 Mahasiswa Ikuti Program Magang Internasional
Komitmen mencetak lulusan berdaya saing global kembali ditunjukkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara.

infomalangcom – Komitmen mencetak lulusan berdaya saing global kembali ditunjukkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara.

Pada tahun akademik 2026/2027, kampus ini menggelar agenda pelepasan empat mahasiswa program internship ke Jepang, sekaligus penerimaan kembali mahasiswa yang telah menyelesaikan program magang dan student exchange selama satu tahun di Negeri Sakura, Senin (2/3/2026).

Acara yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dihadiri jajaran pimpinan, orang tua mahasiswa, hingga keluarga peserta yang datang dari luar daerah. Momentum ini menjadi simbol kesinambungan program internasional yang telah dijalankan kampus secara konsisten selama bertahun-tahun.

Empat mahasiswa yang resmi diberangkatkan untuk mengikuti program internship selama satu tahun di Jepang adalah Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba, Parida Shifa Aszahri, Natercia Sarmento Mehezes, dan Farida.

Mereka akan menjalani program magang di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, industri manufaktur, hingga perusahaan suku cadang yang berafiliasi dengan industri otomotif Jepang, termasuk perusahaan terkait Toyota.

Program Internasionalisasi yang Berjalan Sejak 2015

Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkuçeçwara, Dwi Nita Aryani, MM, PhD, menjelaskan bahwa program student exchange telah berjalan sejak 2015, sementara program internship dimulai pada 2020. Setiap tahun, kampus mengirimkan sekitar empat hingga enam mahasiswa untuk mengikuti program di Jepang.

“Hari ini kami menerima kembali mahasiswa yang telah menyelesaikan internship dan student exchange di Jepang, termasuk yang belajar di Kanda University Jepang selama satu tahun. Bersamaan dengan itu, kami juga melepas empat mahasiswa yang akan berangkat internship,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa yang telah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia antara lain Muhammad Ihsanuddin Tasywiq, Septia Dara Anandita, Silmehuriyah El Fithri, dan Salsabila Safira’ilma Syandairy. Selama satu tahun di Jepang, mereka tidak hanya bekerja secara aplikatif di sektor industri dan perhotelan, tetapi juga tetap mengikuti perkuliahan secara daring untuk memenuhi kewajiban akademik di kampus.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Facebook Ads agar Bisa Optimasi dengan Tepat

Menurut Dwi Nita Aryani, dampak terbesar dari program ini bukan semata pengalaman kerja, melainkan pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas diri mahasiswa. “Yang paling terasa adalah agility mereka. Mereka lebih tangguh, cepat beradaptasi, mampu menyelesaikan masalah, dan menempatkan diri di lingkungan baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan dari sisi attitude, skill, dan knowledge selama menjalani program tersebut. Mereka belajar bahasa Jepang, memahami budaya kerja disiplin, serta menerapkan ilmu manajemen secara langsung di lapangan.

Menariknya, sebagian alumni program bahkan kembali bekerja di Jepang setelah masa magang selesai, sementara sebagian lainnya mampu memperoleh pekerjaan lebih cepat di Indonesia berkat pengalaman internasional yang dimiliki.

Meski program ini dinilai sukses, pihak kampus terus melakukan evaluasi, salah satunya pada aspek penguatan kemampuan bahasa Jepang dan kesiapan mental mahasiswa sebelum diberangkatkan. “Kondisi lingkungan dan budaya kerja di Jepang berbeda. Karena itu, persiapan bahasa dan mental harus terus ditingkatkan agar mahasiswa tidak mengalami banyak kendala saat di sana,” tegas Dwi Nita.

Salah satu mahasiswa yang berangkat, Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba, dari Program Studi Manajemen angkatan 2022, menegaskan bahwa program internship ini selaras dengan bidang studinya. “Internship ini bukan sepenuhnya bekerja, tapi belajar mengelola kehidupan, keuangan, dan tanggung jawab. Kami membawa nama kampus dan Indonesia, jadi harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Program internship dan student exchange yang dijalankan STIE Malangkuçeçwara menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus, sekaligus sejalan dengan semangat program Kampus Merdeka yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman lintas negara sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Informasi lebih lanjut mengenai program pertukaran pelajar dan magang internasional dapat diakses melalui laman resmi Kampus Merdeka.

Melalui pengalaman lintas negara ini, mahasiswa STIE Malangkuçeçwara diharapkan tidak hanya memperoleh kompetensi teknis, tetapi juga karakter, disiplin, dan perspektif global yang akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk menjadi lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di level internasional.

Baca Juga: Apa Itu Retargeting Facebook Ads dan Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Konversi

Author Image

Author

Bima Yoga