Infomalangcom – Kebakaran terjadi di sebuah rumah yang dihuni keluarga pedagang cilok di Jalan Tanjung Putra Yudha V, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin, 12 Januari 2026.
Api diduga berasal dari kebocoran pada saluran LPG. Kobaran api kemudian membesar dan melahap sebagian besar bangunan rumah yang diketahui memiliki banyak material berbahan kayu.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Api Cepat Membesar
Kondisi bangunan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar. Rumah tersebut sebagian besar menggunakan material kayu sehingga api dengan mudah merambat ke bagian lainnya.
Saksi mata mengatakan kobaran api berkembang dengan cepat hingga akhirnya hampir seluruh bangunan terbakar. Situasi tersebut membuat warga harus segera melakukan evakuasi terhadap penghuni rumah.
Petugas pemadam kemudian melakukan proses pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
JATIMTIMES — Diduga Bocor LPG, Rumah Pedagang Cilok di Sukun Malang Ludes Terbakar
17 Personel dan Lima Armada Dikerahkan
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan petugas langsung dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran.
Sebanyak 17 personel dengan lima unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas menghadapi kondisi api yang masih menyala di sejumlah bagian rumah dan berpotensi merembet ke bangunan di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam. Petugas juga menggunakan sekitar 8.000 liter air untuk memadamkan api dan melakukan pembasahan.
Dua Penghuni Berhasil Dievakuasi
Saat kebakaran terjadi, masih terdapat penghuni di dalam rumah. Seorang ibu bersama anak bungsunya yang berusia sekitar empat tahun berhasil dievakuasi oleh warga.
Keduanya kemudian dibawa ke RST dr. Soepraoen untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai kondisi medis keduanya pada saat kejadian masih dalam penanganan pihak rumah sakit.
Evakuasi cepat menjadi langkah penting karena api sudah membesar dan kondisi bangunan berpotensi membahayakan penghuni.
Dugaan Sementara Berasal dari Saluran LPG
Berdasarkan keterangan petugas pemadam kebakaran, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh kebocoran pada saluran LPG yang kemudian memunculkan percikan api.
Namun, penyebab tersebut masih disebut sebagai dugaan sementara. Karena itu, informasi mengenai sumber pasti kebakaran tetap perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan resmi.
Kebocoran LPG memang dapat menjadi kondisi berbahaya apabila gas yang keluar bertemu dengan sumber api atau percikan. Karena itu, penggunaan perangkat LPG membutuhkan perhatian terhadap kondisi tabung, regulator, selang, dan sambungannya.
Rumah Dihuni Tujuh Orang
Menurut keterangan saksi mata, rumah tersebut dihuni oleh tujuh orang. Ketika kebakaran berlangsung, kepala keluarga sedang pergi ke pasar, sementara empat anak lainnya berada di sekolah.
Kondisi tersebut membuat sebagian penghuni tidak berada di rumah ketika kejadian berlangsung. Sementara itu, ibu dan anak bungsunya yang berada di dalam rumah berhasil dievakuasi oleh warga.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah yang menggunakan LPG untuk aktivitas memasak.
Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta Rupiah
Kebakaran menyebabkan seluruh bangunan rumah hangus. Material rumah yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada tahap awal.
Kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Petugas masih melakukan asesmen terhadap dampak kebakaran setelah proses pemadaman selesai.
Kerugian tersebut tidak hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga berbagai barang yang berada di dalam rumah dan tidak sempat diselamatkan.
Warga Sempat Berusaha Memadamkan Api
Sebelum armada pemadam tiba, warga sekitar berusaha membantu memadamkan api. Upaya tersebut dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi.
Namun, api sudah cukup besar sehingga penanganan membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran dengan armada dan peralatan yang lebih memadai.
Respons warga menjadi bagian penting dalam proses evakuasi penghuni sebelum petugas datang ke lokasi.
Pentingnya Memeriksa Peralatan LPG
Kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar memperhatikan kondisi peralatan LPG secara rutin.
Pengguna sebaiknya memastikan regulator dan selang terpasang dengan baik serta tidak mengalami kerusakan. Apabila mencium bau khas LPG atau mendengar suara mendesis yang tidak biasa, penggunaan sumber api perlu dihentikan dan area harus segera mendapatkan sirkulasi udara.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membuka pintu dan jendela ketika terjadi kebocoran LPG agar gas tidak terakumulasi di dalam ruangan.
Jangan Panik Saat Terjadi Kebocoran
Kebocoran LPG membutuhkan penanganan cepat tetapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Masyarakat sebaiknya tidak menyalakan api, korek, atau peralatan listrik yang dapat memunculkan percikan di area yang diduga terdapat gas.
Jika kondisi memungkinkan, sumber LPG dapat diamankan sesuai prosedur keselamatan. Namun apabila kebocoran cukup besar atau sudah muncul api, evakuasi penghuni menjadi prioritas dan bantuan petugas perlu segera diminta.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan melindungi keselamatan penghuni maupun warga sekitar.
baca juga: 3 Fakta Kasus Adly Fairuz, Dugaan Janji Lolos Akpol Berujung Gugatan
Kebakaran Menjadi Pengingat Keselamatan LPG
Kebakaran rumah keluarga pedagang cilok di Sukun Malang diduga dipicu oleh kebocoran saluran LPG. Api dengan cepat membesar karena sebagian bangunan menggunakan material kayu.
Sebanyak 17 personel dan lima armada pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam dengan penggunaan sekitar 8.000 liter air.
Dua penghuni, yakni seorang ibu dan anaknya, berhasil dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, rumah mengalami kerusakan berat hingga seluruh bangunan hangus.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan penggunaan LPG dan segera melakukan tindakan tepat ketika menemukan tanda-tanda kebocoran.
baca juga: Wajib Tahu! Cafe di Malang dengan View Kereta Api yang Menakjubkan














