Breaking

Aliyah Shabirah Akhiri Perjalanan Bersama Smarihasta dengan Tiket Big Eight

jed timo

2 September 2026

Aliyah Shabirah Akhiri Perjalanan Bersama Smarihasta dengan Tiket Big Eight
Musim terakhir Aliyah Shabirah Wijaya bersama SMAN 8 Malang (Smarihasta) memang tidak berakhir dengan tiket menuju Fantastic Four.

Infomalangcom – Musim terakhir Aliyah Shabirah Wijaya bersama SMAN 8 Malang (Smarihasta) memang tidak berakhir dengan tiket menuju Fantastic Four.

Namun, ada satu pencapaian penting yang berhasil ia tinggalkan: membawa Smarihasta kembali ke babak playoff Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.

Smarihasta harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah tipis dari SMAN 3 Blitar dengan skor 14-17 pada 31 Agustus 2026.

Bagi Aliyah, pertandingan tersebut terasa spesial sekaligus berat. Laga ini menjadi penutup perjalanannya selama tiga musim berseragam Smarihasta.

Terlebih, ia menjalani musim terakhir sebagai kapten tim.

Smarihasta sendiri punya sejarah panjang di DBL East Java.

Mereka pernah menjadi juara pada 2017 dan 2018, sebelum kembali meraih gelar DBL East Java-South pada 2022.

Namun, dua musim terakhir menjadi periode yang tidak mudah. Smarihasta gagal menembus playoff setelah harus terhenti di fase grup.

Kondisi tersebut membuat Aliyah ingin memberikan sesuatu sebelum benar-benar meninggalkan sekolahnya.

Ia memilih Smarihasta bukan tanpa alasan.

Selain ingin meneruskan tradisi basket sekolah, Aliyah juga mengikuti jejak sang ayah yang merupakan alumnus SMAN 8 Malang.

Dua musim pertamanya belum berjalan sesuai harapan.

Aliyah dan rekan-rekannya masih harus menerima kenyataan tersingkir di fase grup.

Musim ketiga menjadi cerita berbeda.

Dipercaya sebagai kapten, Aliyah akhirnya berhasil membawa Smarihasta kembali ke babak playoff.

Perjuangan Panjang Aliyah Membawa Smarihasta Kembali ke Playoff

Tiket playoff tersebut tidak diraih dengan perjalanan singkat.

Para pemain Smarihasta harus menjalani program latihan intensif dengan porsi fisik yang cukup berat.

Waktu istirahat hingga masa liburan banyak dikorbankan demi persiapan menghadapi kompetisi.

Latihan pagi dan sore menjadi rutinitas.

Bahkan, sepulang sekolah para pemain langsung menuju lapangan untuk kembali berlatih.

Semua dilakukan demi satu tujuan: mengembalikan Smarihasta ke playoff.

Kerja keras tersebut akhirnya terbayar.

Smarihasta berhasil mengamankan tiket Big Eight dan kembali berada di antara tim-tim terbaik pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.

Di babak Big Eight, Smarihasta harus berhadapan dengan SMAN 3 Blitar yang berstatus sebagai runner-up musim sebelumnya.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal.

Smarihasta sempat tertinggal, tetapi mereka terus memberikan tekanan dan berusaha menjaga peluang untuk membalikkan keadaan.

Hingga paruh pertama, Smarihasta berhasil memangkas jarak menjadi 10-12.

Memasuki kuarter terakhir, pertahanan Smarihasta tampil semakin solid.

Mereka bahkan mampu membuat SMAN 3 Blitar tidak mencetak tambahan poin pada periode tersebut.

Sayangnya, pertahanan kuat belum cukup untuk membawa Smarihasta keluar sebagai pemenang.

Eksekusi free throw menjadi salah satu kendala.

Dari 18 kesempatan yang didapat, hanya lima yang berhasil dikonversi menjadi poin.

Pada kuarter keempat, Smarihasta juga hanya mampu menambah dua angka.

Peluit akhir pun berbunyi.

Smarihasta harus menerima kekalahan tipis 14-17 dan gagal melanjutkan perjalanan menuju Fantastic Four.

Meski begitu, hasil tersebut tidak menghapus pencapaian Aliyah bersama Smarihasta musim ini.

Ia berhasil memenuhi target pribadinya untuk membawa tim kembali ke playoff setelah dua musim sebelumnya gagal melakukannya.

Sebagai kapten, Aliyah juga memberikan apresiasi kepada keluarga, pelatih, guru, official, tim dance, dan para suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang kompetisi.

Ia turut meminta maaf kepada rekan-rekannya karena belum mampu membawa Smarihasta melangkah lebih jauh.

Namun, perjalanan Aliyah bersama Smarihasta bukan hanya tentang kekalahan di Big Eight.

Ia meninggalkan sebuah pijakan bagi generasi berikutnya.

Setelah dua musim gagal menembus playoff, Smarihasta akhirnya kembali merasakan persaingan delapan besar.

Pengalaman tersebut bisa menjadi modal berharga bagi para pemain muda untuk melanjutkan perjuangan pada musim berikutnya.

Aliyah mungkin sudah memainkan laga terakhirnya bersama Smarihasta. Tetapi cerita tim ini belum selesai.

Kini, tongkat estafet berada di tangan generasi berikutnya untuk meneruskan perjuangan dan membawa Smarihasta kembali mengejar kejayaan di DBL East Java.

Baca juga: Ulang Tahun ke-16 Makin Berkesan, Steven Antar Smarihasta ke Big Eight

Author Image

Author

jed timo