infomalangcom – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Jalan Sukun Gempol, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Senin pagi, 7 September 2026.
Kobaran api yang berasal dari dapur rumah tersebut menghanguskan sebagian bangunan, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kebakaran terjadi di rumah milik Tri Muji Husoli, yang berlokasi di kawasan padat penduduk tersebut.
Keheningan warga sekitar mendadak riuh setelah kobaran api disertai kepulan asap tebal menyeruak dari bagian dapur rumah, mengejutkan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi pada pagi hari itu.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.14 WIB.
Setelah menerima laporan tersebut, tim Damkar segera mengerahkan personel dan armada menuju lokasi kejadian.
“Sebanyak 10 personel dan tiga unit mobil Damkar kami kerahkan ke lokasi kebakaran. Dalam penanganan itu, kami juga didukung penuh oleh unsur Polresta Malang Kota, PLN, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat,” jelas Pandu.
Api Diduga Berasal dari Kompor yang Ditinggal Menyala
Sesampainya di lokasi, tim Damkar langsung berupaya mengisolasi titik api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Proses pemadaman dan pembasahan dilakukan secara intensif untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Berdasarkan hasil asesmen awal petugas di lapangan, api diduga kuat muncul akibat kelalaian penghuni rumah yang meninggalkan rumah dalam kondisi memasak air dengan kompor yang masih menyala.
“Berdasarkan hasil asesmen, api diduga kuat muncul akibat kelalaian penghuni, yaitu meninggalkan rumah dalam kondisi memasak air dan kompor masih menyala,” terang Pandu.
Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai kesimpulan resmi.
Kebakaran tersebut melahap area bangunan seluas sekitar 24 meter persegi, dengan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, meski kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan bagi pemilik rumah.
Baca juga: Isu DPRD Malang Tolak MBG Mencuat, 3 Hal Ini Jadi Penjelasan Wali Kota
Usai proses pemadaman rampung dilakukan, petugas Damkar turut memberikan edukasi keselamatan kepada pemilik rumah maupun warga sekitar, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, terutama saat sedang memasak atau merebus air.
Kasus kebakaran akibat kelalaian mematikan kompor memang menjadi salah satu penyebab paling umum terjadinya kebakaran rumah tinggal di berbagai wilayah, termasuk di Kota dan Kabupaten Malang.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kejadian serupa juga sempat terjadi di berbagai kecamatan lain, yang sebagian besar dipicu oleh kondisi kompor gas yang ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Petugas kembali mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan memastikan seluruh peralatan memasak dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, sekecil apa pun aktivitas yang dilakukan.
Kelalaian sederhana seperti lupa mematikan kompor dapat berdampak fatal, terutama jika bahan bangunan rumah mudah terbakar atau berada di kawasan padat penduduk.
Dengan adanya kejadian ini, warga Kota Malang diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sekaligus memastikan seluruh peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu api selalu dalam pengawasan penuh selama digunakan.
Kejadian kebakaran akibat kompor gas yang lupa dimatikan bukan kali pertama terjadi di wilayah Malang Raya. Sebelumnya, sejumlah insiden serupa juga tercatat terjadi di beberapa kecamatan lain, mulai dari Kepanjen hingga Karangploso, yang sebagian besar menimbulkan kerugian materiil dengan nilai yang tidak jauh berbeda.
Pola kejadian yang berulang ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai keselamatan penggunaan kompor gas di rumah tangga.
Petugas Damkar menekankan bahwa kecepatan penanganan sangat menentukan seberapa luas dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk seperti Sukun Gempol.
Koordinasi yang baik antara Damkar, kepolisian, PLN, serta unsur TNI di lapangan turut menjadi kunci penting dalam mempercepat proses evakuasi dan pemadaman api, sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Baca Juga: Masker Makin Mahal Mulai September 2026 Saat Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Respons












