2 kali dibaca
MALANG — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Kamis, 5 November 2026 pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami erupsi disertai luncuran awan panas guguran yang terekam jelas oleh kamera warga setempat.
Berdasarkan laporan visual warga yang diabadikan oleh warga Arif Widodo (@arifwidodo969), detik-detik erupsi dan semburan abu vulkanik tampak membumbung tinggi dari puncak kawah, memperlihatkan betapa masifnya material vulkanik yang dilepaskan ke udara.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Semeru pada Kamis pagi pukul 06.33 WIB tercatat mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak (mencapai sekitar 4.376 mdpl). Tidak hanya itu, letusan tersebut juga disertai luncuran awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3 kilometer dari puncak.
Status Siaga (Level III) dan Peringatan Waspada
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga). Pihak berwenang dan petugas pos pengamatan terus mengimbau masyarakat, pendaki, maupun warga sekitar agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Warga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrim yang masih melanda wilayah Jawa Timur belakangan ini berpotensi memicu banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Semeru.

News
News
Nasional
News
News
News