UPDATE MALANG RAYA Kabar terbaru, agenda, layanan publik, dan informasi penting untuk warga Pantau Update
THE AUTHORITY OF MALANG RAYA
4 November 2026Malang Raya
Kirim Info Warga
4 November 2026Malang Raya

Sembako Jelang Nataru Bakal Naik Lagi? Harga Pangan di Pasar Tradisional Kota Malang Mulai Disorot

Bagikan

MALANG – Sebagian besar sembako di Kota Malang dijual di bawah harga acuan pemerintah pada akhir Oktober 2026, kecuali beras dan daging sapi yang masih melampaui batas tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Ni Luh Putu Eka Wilantari, mengatakan harga cabai merah besar turun dari sekitar Rp55.000 menjadi Rp35.000 per kilogram berdasarkan pemantauan Senin (26/10/2026). Cabai rawit merah juga turun menjadi Rp55.000 per kilogram dari sebelumnya Rp60.000–Rp65.000.

Kondisi berbeda terpantau pada beras dan daging sapi di Pasar Madyopuro. Menurut laporan JatimTIMES, beras premium dijual Rp15.500 per kilogram, di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900. Beras medium dijual Rp14.600 per kilogram, atau Rp1.100 di atas HET Rp13.500. Daging sapi segar mencapai Rp150.000 per kilogram, di atas harga acuan pembelian (HAP) Rp140.000.

Sejumlah komoditas masih berada di bawah acuan. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp12.000 per kilogram, di bawah HET Rp12.500. Daging ayam broiler Rp37.000 per kilogram, telur ayam Rp23.000–Rp24.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp30.000 per kilogram.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulanan Oktober 2026 sebesar 0,06 persen. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,93 persen, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 2,79 persen. Cabai merah sebagai pemicu utama inflasi bulanan. Untuk inflasi tahunan, penyumbangnya antara lain bensin, emas perhiasan, beras, dan cabai rawit.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, saat meninjau Pasar Mergan pada Jumat (16/10), menyebut musim pernikahan sebagai salah satu pemicu naiknya permintaan cabai, seperti dikutip TIMES Indonesia. Slamet dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang kepada Sudutkota menjelaskan bahwa lahan cabai di Kota Malang umumnya tadah hujan, sehingga petani menunggu musim hujan untuk menanam.

Menurut Slamet, tanaman cabai butuh sekitar tiga hingga tiga setengah bulan sebelum panen, sehingga penanaman baru tidak langsung menekan harga. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang menyiapkan Warung Tekan Inflasi bila harga cabai melewati Rp100.000 per kilogram.

Di tingkat nasional, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengingatkan pada Oktober bahwa kenaikan harga cabai rawit berpotensi mendorong inflasi akhir 2026, seperti dikutip Antara.

Untuk beras, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/10), menyebut stok beras yang dikelola Bulog sekitar 4,5 juta ton. Dengan kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, pasokan dinilai aman hingga pertengahan 2027.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, kepada Bisnis.com menilai inflasi Kota Malang Oktober relatif terkendali. Namun, menurut dia, kenaikan harga cabai menunjukkan harga pangan masih rentan terhadap cuaca dan kelancaran pasokan.

Bagikan
Arek Malang wajib follow

The Authority of Malang Raya

Mau tahu info akurat, mendalam, dan komprehensif di sekitar Malang? Langsung pantau infomalang.

Tag teman tongkronganmu yang paling sering ketinggalan info.