Breaking

Permintaan Rumah Kelas Menengah di Malang Merosot Tajam

Permintaan rumah kelas menengah di Kota Malang menunjukkan penurunan signifikan tahun ini. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat serta pengaruh Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Penurunan Penjualan Rumah Komersial

Menurut Suwoko, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Malang, penjualan rumah komersial mengalami penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu. “Penurunan ini sangat terasa pada rumah dengan harga Rp 300 juta ke atas,” jelasnya. Selama Januari hingga November 2024, hanya terjual sekitar 700 unit, jauh lebih rendah dibandingkan 1.000 unit pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :

Rumah Rusak Akibat Banjir di Kalipare, Warga Desak Bantuan Segera

Faktor Penyebab dan Strategi Pengembang

Masyarakat cenderung berhati-hati membeli properti untuk investasi akibat ketidakpastian ekonomi dan politik. Suwoko menjelaskan bahwa pengembang kini fokus meningkatkan fasilitas umum untuk menarik pembeli. “Karena kawasan menjadi daya tarik utama rumah komersial,” tambahnya. Promosi seperti diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menjadi andalan dalam pameran properti yang akan digelar di Malang Olympic Garden (MOG) pada 4-8 Desember.

Insentif Pemerintah Dinanti

Ketua Apersi Malang, Dony Ganatha, mengungkapkan banyak masyarakat menunda pembelian rumah sambil menunggu program insentif pemerintah. “Beberapa pembeli memilih menunggu kepastian insentif tahun depan seperti pembebasan BPHTB dan penghapusan retribusi PBG,” jelasnya. Harapannya, insentif ini dapat mendorong kembali penjualan rumah kelas menengah di tahun mendatang.

Baca Juga :

Polemik Lahan Jalan Raya Langsep: Pemkot Malang Menang Peninjauan Kembali