Infomalangcom – Perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Namun, penggunaan ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diperhatikan, termasuk perlindungan anak.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan CommuniAction di Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Februari 2026 tersebut mengangkat isu literasi digital, perlindungan anak, dan produksi konten kreatif yang bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan ruang digital secara positif sekaligus menjaga keamanan anak di tengah perkembangan teknologi.
Anak Menghadapi Tantangan di Dunia Digital
Anak-anak dan remaja kini semakin dekat dengan internet. Mereka dapat memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, dan membuat berbagai jenis konten melalui perangkat digital.
Namun, kemudahan tersebut juga memiliki risiko. Anak dapat berhadapan dengan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab.
Karena itu, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membatasi penggunaan perangkat. Anak juga membutuhkan pengetahuan agar mampu memahami risiko ketika berada di ruang digital.
Literasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
Media Indonesia – CommuniAction Malang 2026, Perlindungan Anak di Dunia Digital
http://mediaindonesia.com/humaniora/860381/communiaction-malang-2026-perlindungan-anak-di-dunia-digital-jadi-fokus-kemkomdigi
Generasi Muda Perlu Memahami Literasi Digital
Literasi digital membantu seseorang memahami bagaimana informasi digunakan dan dibagikan melalui internet. Kemampuan tersebut semakin penting karena setiap pengguna dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi.
Dalam CommuniAction Malang, generasi muda didorong untuk menggunakan ruang digital secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa membuat konten bukan hanya tentang mengejar perhatian atau popularitas.
Konten yang dibuat perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain, terutama apabila melibatkan anak atau kelompok yang membutuhkan perlindungan.
Bahaya Cyberbullying Perlu Diwaspadai
Salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah cyberbullying atau perundungan di ruang digital. Bentuknya dapat berupa komentar yang menghina, penyebaran informasi untuk mempermalukan seseorang, hingga tindakan lain yang dilakukan secara berulang melalui internet.
Masalah tersebut dapat menjadi serius ketika korban tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan yang muncul.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kebebasan berkomentar tetap memiliki batas. Pengguna media sosial harus mempertimbangkan apakah sebuah komentar dapat merugikan atau menyakiti orang lain.
Konten Kreatif Harus Dibuat secara Bertanggung Jawab
Perkembangan media sosial membuat produksi konten semakin mudah. Seseorang hanya membutuhkan perangkat yang tersedia di sekitarnya untuk membuat foto, video, atau tulisan kemudian menyebarkannya kepada banyak orang.
Kemudahan tersebut seharusnya diikuti dengan tanggung jawab. Pembuat konten perlu memperhatikan privasi, kebenaran informasi, dan dampak yang mungkin muncul setelah konten dipublikasikan.
Dalam kegiatan CommuniAction Malang, masyarakat juga diingatkan agar tidak hanya mengejar konten viral. Produksi konten yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Peran Orang Dewasa Tetap Dibutuhkan
Perlindungan anak di ruang digital tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada anak. Orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran dalam memberikan pendampingan.
Anak perlu mendapatkan ruang untuk bertanya ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman di internet. Komunikasi terbuka dapat membantu anak lebih berani menyampaikan pengalaman yang mereka hadapi.
Orang dewasa juga perlu memahami perkembangan teknologi agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi anak.
Kolaborasi Dibutuhkan untuk Melindungi Anak
Pemerintah Kota Malang juga telah memiliki Forum Anak Kota Malang periode 2024–2026 sebagai bagian dari penguatan kelembagaan untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lingkungan masyarakat.
Kolaborasi semacam itu penting karena perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak ada satu lembaga yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan sendirian.
Ruang Digital Harus Menjadi Tempat yang Aman
Internet seharusnya dapat memberikan manfaat bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan berkomunikasi. Karena itu, keamanan dan kenyamanan perlu menjadi perhatian bersama.
Pendidikan mengenai literasi digital dapat membantu generasi muda memahami bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Sementara itu, orang dewasa perlu memberikan pendampingan tanpa mengabaikan hak anak untuk berkembang.
Dengan pemahaman yang lebih baik, ruang digital dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.
baca juga: MIN 2 Kota Malang Jadi Laboratorium Pembelajaran, Dorong Siswa Belajar Lebih Kreatif
CommuniAction Jadi Pengingat Pentingnya Edukasi
CommuniAction Malang menunjukkan bahwa edukasi mengenai perlindungan anak di era digital perlu terus dilakukan.
Generasi muda tidak hanya harus memahami manfaat teknologi, tetapi juga mengetahui risiko yang muncul dari penggunaannya.
Kemampuan membuat konten secara kreatif harus berjalan bersama dengan tanggung jawab. Begitu pula kebebasan menggunakan media sosial perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menghormati orang lain.
Perlindungan anak di ruang digital akhirnya menjadi tanggung jawab bersama. Semakin baik literasi digital masyarakat, semakin besar peluang terciptanya lingkungan internet yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi generasi muda.
baca juga: Dari Bojonegoro ke Malang, 112 Siswa MAN 3 Perluas Wawasan Akademik di UIN Malang












