Infomalangcom – Angkutan kota atau angkot masih menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik di Kota Malang.
Meski jumlah penumpangnya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, moda transportasi ini tetap dibutuhkan oleh pelajar, pekerja, lansia, hingga masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Karena itu, dorongan DPRD Kota Malang agar Pemerintah Kota memanfaatkan anggaran Rp1,9 miliar secara optimal menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga keberlangsungan layanan angkutan umum sekaligus meningkatkan kualitas transportasi perkotaan.
DPRD Kota Malang Soroti Pentingnya Peran Angkot dalam Transportasi Publik
DPRD Kota Malang menilai angkutan kota masih memiliki fungsi strategis sebagai transportasi publik yang menjangkau berbagai kawasan permukiman.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong agar tidak mengurangi perhatian terhadap keberadaan angkot di tengah perkembangan moda transportasi lain yang semakin beragam.
Salah satu perhatian dewan adalah alokasi anggaran sebesar Rp1,9 miliar yang telah disiapkan untuk mendukung program berkaitan dengan angkutan kota.
Anggaran tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar diwujudkan melalui program yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Pemanfaatan anggaran secara tepat juga dinilai penting agar investasi pemerintah memberikan manfaat nyata bagi pengguna angkot maupun para pengemudi.
Selain memperbaiki kualitas layanan, langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.
Mengapa Angkot Masih Dibutuhkan Masyarakat Kota Malang?
Angkot tetap menjadi moda transportasi yang relatif terjangkau dibandingkan kendaraan pribadi maupun layanan transportasi berbasis aplikasi.
Tarif yang lebih ekonomis membuat angkot masih menjadi pilihan bagi masyarakat dengan mobilitas harian yang tinggi.
Keberadaan angkot juga memberikan manfaat besar bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, lansia, serta warga yang belum memiliki kendaraan pribadi.
Moda ini membantu masyarakat menjangkau sekolah, tempat kerja, pusat pelayanan kesehatan, hingga kawasan perdagangan dengan biaya yang lebih ringan.
Selain itu, transportasi umum berkontribusi mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas.
Semakin banyak masyarakat menggunakan angkot, semakin besar peluang menekan volume kendaraan di jalan raya sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien.
Sejumlah penelitian mengenai transportasi di Kota Malang menunjukkan bahwa angkutan umum masih memiliki peran penting dalam mendukung aksesibilitas masyarakat.
Kajian tersebut juga menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan agar transportasi umum mampu bersaing dengan moda lain yang terus berkembang.
Tantangan yang Dihadapi Angkutan Kota di Malang
Penurunan Jumlah Penumpang
Perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi salah satu tantangan utama bagi keberlangsungan angkot.
Banyak warga kini memilih menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih fleksibel dalam menentukan waktu dan rute perjalanan.
Di sisi lain, kehadiran transportasi berbasis aplikasi turut memengaruhi jumlah pengguna angkot.
Kemudahan pemesanan melalui aplikasi serta layanan yang lebih praktis membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan moda tersebut.
baca juga : Pemkot Malang Percepat Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menuju Status Penuh
Kondisi Armada dan Kualitas Pelayanan
Sebagian armada angkot di Kota Malang telah beroperasi dalam waktu yang cukup lama sehingga memerlukan peremajaan.
Kondisi kendaraan yang kurang nyaman dapat memengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Selain armada, aspek keamanan, kebersihan, ketepatan waktu, serta kenyamanan selama perjalanan juga menjadi perhatian.
Perbaikan pada sektor pelayanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing angkot.
Persaingan dengan Moda Transportasi Lain
Persaingan dengan transportasi online menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari.
Oleh karena itu, inovasi perlu terus dilakukan agar angkot mampu memberikan layanan yang lebih menarik tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keterjangkauan biaya.
Pemanfaatan Anggaran Rp1,9 Miliar Harus Tepat Sasaran
Penggunaan anggaran publik memerlukan transparansi agar masyarakat mengetahui manfaat yang diperoleh dari setiap program pemerintah.
Dalam konteks revitalisasi angkot, dana yang telah dialokasikan perlu diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendukung peningkatan layanan.
Prioritas penggunaan anggaran dapat difokuskan pada peremajaan armada, peningkatan fasilitas pendukung, perbaikan sistem operasional, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
DPRD juga memiliki fungsi pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Pengawasan tersebut penting untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif, efisien, dan memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Langkah yang Dapat Dilakukan Pemkot untuk Memperkuat Peran Angkot
Pemerintah Kota Malang dapat melakukan penataan ulang trayek sesuai kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.
Evaluasi terhadap jalur yang sudah tidak efektif dapat meningkatkan efisiensi pelayanan angkutan kota.
Integrasi angkot dengan moda transportasi lain juga menjadi langkah penting dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung.
Kemudahan berpindah moda akan meningkatkan kenyamanan masyarakat ketika menggunakan transportasi publik.
Pemanfaatan teknologi digital, seperti informasi rute secara daring maupun sistem pembayaran non-tunai, dapat menjadi inovasi yang meningkatkan pengalaman pengguna.
Selain itu, kolaborasi dengan organisasi angkutan dan para pengemudi diperlukan agar setiap kebijakan dapat diterapkan secara efektif.
Dampak Revitalisasi Angkot bagi Kota Malang
Revitalisasi angkot berpotensi meningkatkan akses transportasi publik yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Layanan yang lebih baik akan memudahkan mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai kawasan Kota Malang.
Transportasi umum yang berkualitas juga dapat membantu mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi yang terus meningkat.
Dalam jangka panjang, sistem angkutan kota yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan akan mendukung pembangunan perkotaan yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sesuai rekomendasi berbagai kajian transportasi di Indonesia.
baca juga : PSEL Dinilai Penting Atasi Sampah, Namun Persoalan Lahan Masih Menghambat













