Breaking

Drainase Suhat Rampung 100 Persen, Wagub Jatim Ingatkan Hal Ini

Ahnaf muafa

14 January 2026

Drainase Suhat Rampung 100 Persen, Wagub Jatim Ingatkan Hal Ini
Infomalang.com - Drainase Suhat atau kawasan Soekarno-Hatta di Kota Malang akhirnya resmi dinyatakan selesai pengerjaannya secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Infomalang.com – Drainase Suhat atau kawasan Soekarno-Hatta di Kota Malang akhirnya resmi dinyatakan selesai pengerjaannya secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Proyek strategis yang bertujuan untuk mengakhiri masalah banjir tahunan di area padat lalu lintas tersebut kini telah berfungsi penuh setelah melewati serangkaian tahap konstruksi yang intensif.

Dengan 1 capaian besar berupa penyelesaian target tepat waktu ini, infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi permanen bagi kenyamanan mobilitas warga Malang Raya.

Namun, di tengah keberhasilan teknis ini, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) memberikan catatan khusus yang menjadi perhatian bagi semua pihak agar fungsi drainase tetap terjaga optimal dalam jangka panjang tanpa adanya penurunan kualitas akibat perilaku manusia.

Kesuksesan Konstruksi dan Dampak terhadap Banjir

Penyelesaian proyek drainase Suhat ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kerap terjebak genangan air tinggi saat intensitas hujan meningkat di kawasan pendidikan tersebut.

Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur telah memastikan bahwa sistem sodetan dan dimensi gorong-gorong yang baru mampu menampung volume debit air dalam skala besar.

Keberhasilan pengerjaan hingga mencapai angka seratus persen ini menandakan bahwa aspek teknis dan manajerial di lapangan berjalan sesuai dengan perencanaan matang yang telah disusun sejak awal tahun lalu.

Dampak positif dari selesainya drainase ini mulai dirasakan oleh para pengguna jalan dan pemilik usaha di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.

Risiko kerusakan aspal akibat rendaman air kini dapat diminimalisir secara signifikan, yang secara otomatis akan menekan biaya pemeliharaan jalan di masa mendatang.

Infrastruktur yang kini telah tertanam di bawah permukaan jalan tersebut dirancang dengan spesifikasi tinggi guna menghadapi anomali cuaca ekstrem yang sering melanda Jawa Timur, khususnya wilayah Malang yang berada di dataran tinggi.

Pesan Penting Wagub Jatim Mengenai Pemeliharaan

Meskipun proyek drainase Suhat telah rampung sepenuhnya, Wagub Jatim dalam tinjauan lapangannya menekankan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu bagian dari solusi.

Bagian yang lebih menantang adalah bagaimana menjaga dan memelihara infrastruktur tersebut agar tidak mengalami pendangkalan.

Wagub mengingatkan dengan tegas agar seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan Suhat, memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membuang limbah domestik maupun sampah ke dalam saluran air.

Saluran yang canggih sekalipun akan kehilangan fungsinya jika tersumbat oleh tumpukan sampah plastik atau endapan sedimen yang tidak terkendali.

Wagub Jatim juga meminta pemerintah daerah setempat untuk melakukan pengawasan rutin dan tidak segan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang dengan sengaja merusak fasilitas pendukung drainase.

Pemeliharaan kolektif menjadi kunci utama agar investasi besar yang telah dikeluarkan dari dana APBD Provinsi ini benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Tanpa kerja sama dari masyarakat, pembangunan infrastruktur semegah apa pun tidak akan mampu bertahan lama melawan degradasi lingkungan yang dipicu oleh kecerobohan manusia.

Baca Juga:

Wisata Terpadu Splendid Didorong DPRD Kota Malang

Sinergi Pemerintah Provinsi dan Kota Malang

Rampungnya drainase Suhat tidak terlepas dari sinergi yang harmonis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Malang.

Koordinasi lintas sektor ini memastikan kendala di lapangan, mulai dari pengalihan arus lalu lintas hingga pemindahan jaringan kabel utilitas, dapat teratasi dengan cepat.

Wagub Jatim memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkot Malang yang telah mendukung kelancaran proyek ini sejak tahap pelelangan hingga tahap penyelesaian akhir.

Kerja sama ini menjadi model ideal bagaimana dua tingkat pemerintahan dapat bersatu demi kepentingan publik yang lebih luas.

Ke depannya, pola sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut pada proyek-proyek infrastruktur lainnya di Malang Raya. Keberadaan drainase yang kini sudah berfungsi optimal diharapkan dapat diikuti dengan perbaikan trotoar dan penataan estetika kota yang lebih baik di kawasan tersebut.

Integrasi antara sistem pembuangan air yang baik dengan penataan ruang yang rapi akan menjadikan Jalan Soekarno-Hatta sebagai ikon kawasan modern yang nyaman bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Kesiapsiagaan Sistem

Ujian sesungguhnya bagi drainase Suhat yang baru saja rampung ini adalah saat puncak musim hujan tiba dengan curah yang ekstrem.

Meskipun secara teori kapasitas saluran sudah diperbesar, faktor cuaca yang tidak menentu menuntut kesiapsiagaan sistem secara terus-menerus.

Wagub Jatim menginstruksikan agar unit pelaksana teknis terkait tetap melakukan pemantauan berkala pada titik-titik kontrol drainase guna memastikan tidak ada sumbatan pasca-pengerjaan.

Deteksi dini terhadap penumpukan sampah di mulut saluran harus menjadi prioritas harian. Kesiapsiagaan ini juga melibatkan masyarakat dalam melaporkan jika terjadi gangguan pada sistem saluran air.

Transparansi dalam laporan pemeliharaan akan membangun kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam menangani masalah banjir.

Pemanfaatan teknologi sensor air atau digitalisasi pemantauan drainase di masa depan bisa menjadi langkah inovatif yang dikembangkan lebih lanjut oleh Pemprov Jatim guna mendukung konsep kota pintar (smart city) yang sedang diusung oleh Kota Malang.

Harapan Masyarakat terhadap Keberlanjutan Proyek

Masyarakat Malang menyambut antusias kabar rampungnya proyek drainase Suhat 100 persen ini. Harapan besar tertuju pada hilangnya drama kemacetan akibat banjir yang selama bertahun-tahun menghantui kawasan tersebut.

Warga juga berharap agar area yang sempat terdampak galian selama proses konstruksi segera dirapikan kembali seperti sedia kala agar kenyamanan berkendara tidak terganggu oleh sisa-sisa material atau permukaan aspal yang tidak rata.

Penuntasan proyek ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang fokus pada kebutuhan dasar rakyat akan selalu mendapatkan dukungan positif.

Wagub Jatim menutup pesannya dengan mengajak seluruh warga untuk memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap drainase baru ini.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, warga sebenarnya sedang melindungi diri mereka sendiri dari risiko bencana banjir dan menjaga keindahan Kota Malang agar tetap asri bagi generasi mendatang.

Baca Juga:

Pemprov Jatim Susun Langkah Penataan Soehat, Parkir dan Banner Jadi Perhatian

Author Image

Author

Ahnaf muafa