Breaking

Drainase Suhat Rampung 100 Persen, Wagub Jatim Apresiasi Penanganan Banjir Malang

Bima Yoga

31 March 2026

Drainase Suhat Rampung 100 Persen, Wagub Jatim Apresiasi Penanganan Banjir Malang
Persoalan genangan air yang sudah lama menjadi keluhan warga di kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau yang akrab disapa Suhat, Kota Malang, kini mendapat babak baru yang cukup melegakan.

infomalangcom – Persoalan genangan air yang sudah lama menjadi keluhan warga di kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau yang akrab disapa Suhat, Kota Malang, kini mendapat babak baru yang cukup melegakan.

Proyek perbaikan drainase di kawasan tersebut dinyatakan telah rampung, dan hasil pengerjaannya langsung ditinjau oleh Wakil Gubernur Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau langsung proyek pembangunan drainase di kawasan Suhat pada Selasa, 13 Januari 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pengerjaan sekaligus fungsi saluran air pascakonstruksi, setelah proyek yang didanai APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut dinyatakan rampung 100 persen.

Emil menyampaikan bahwa peninjauan tersebut juga merupakan respons atas masukan masyarakat terkait sejumlah lubang yang masih terbuka dan tumpukan sedimen di dalam saluran yang baru selesai dikerjakan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan pengerjaan telah selesai dan tinggal memasuki tahap pemeliharaan.

“Alhamdulillah pengerjaan sudah selesai. Namun masih ada sejumlah catatan teknis di lapangan. Selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan, pihak pelaksana bertanggung jawab penuh untuk melakukan pembersihan dan pembenahan,” jelas Emil seusai peninjauan.

Apresiasi Kinerja Dinas PU SDA Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Emil turut mengapresiasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur yang dinilai mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek penting untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi pengerjaan selama masa konstruksi berlangsung.

Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan beberapa titik yang masih membutuhkan pembenahan, seperti tutup boks tangkapan air yang tertutup aspal serta manhole saluran yang posisinya belum sejajar dengan permukaan jalan.

Emil memastikan seluruh temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana proyek.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan komitmen Pemkot Malang dalam mendukung keindahan kawasan tersebut melalui sterilisasi jalur pedestrian.

Ia memastikan trotoar di sepanjang kawasan Suhat akan dibersihkan dari parkir liar maupun atribut yang tidak tertib.

Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Menentukan Target Ramadan dan Cara Mengatasinya

“Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai fasilitas umum yang berkualitas. Saya sudah instruksikan jajaran di tingkat kecamatan hingga Satpol PP untuk melakukan sosialisasi dan penertiban secara bertahap,” pungkas Ali.

Namun demikian, penyelesaian proyek senilai sekitar Rp32 miliar itu ternyata belum sepenuhnya menuntaskan persoalan genangan di kawasan Suhat secara keseluruhan.

Pada awal Maret 2026, genangan kembali terjadi saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Malang, dengan ketinggian air sempat mencapai sekitar 80 sentimeter.

Menanggapi kejadian tersebut, Emil menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan disebabkan oleh kegagalan sistem drainase utama yang baru dibangun, melainkan akibat saluran lokal yang tersumbat sampah sehingga air tidak dapat mengalir masuk ke saluran utama.

Salah satu titik penyumbatan ditemukan di bagian penyaring atau sediment trap yang tertutup sampah.

Emil pun telah berkoordinasi dengan jajaran Pemkot Malang untuk segera membersihkan titik saluran yang tersumbat tersebut, sekaligus menekankan pentingnya pemeliharaan rutin sebagai solusi jangka panjang agar fungsi sediment trap tidak berubah menjadi titik hambatan aliran air di kemudian hari.

Ia juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat dan siap melakukan penyempurnaan apabila memang ditemukan kekurangan pada hasil pekerjaan yang sudah ada, karena pengawasan dari warga dinilai penting untuk memastikan seluruh catatan teknis di lapangan benar-benar dibenahi secara menyeluruh.

Masyarakat yang ingin memantau perkembangan proyek infrastruktur maupun kebijakan penanganan banjir di Kota Malang dapat mengakses informasi resmi melalui laman Pemerintah Kota Malang, yang secara berkala memuat pembaruan terkait proyek-proyek strategis di wilayah tersebut.

Dengan adanya penyelesaian proyek drainase ini, diharapkan penanganan banjir di kawasan Suhat dapat semakin membaik secara berkelanjutan, meski masih diperlukan sinergi yang lebih erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang dalam hal pembagian tugas pemeliharaan saluran lokal, agar fungsi pengendalian genangan benar-benar optimal setiap kali musim hujan dengan intensitas tinggi berlangsung di wilayah tersebut.

Baca Juga: Hasil Uji Dinkes Kota Malang, 98 Persen Takjil Ramadan Dinyatakan Aman

Author Image

Author

Bima Yoga