Breaking

Normalisasi Tiga Sungai di Kabupaten Malang Jadi Prioritas

Normalisasi Tiga Sungai di Kabupaten Malang Jadi Prioritas
Normalisasi Tiga Sungai di Kabupaten Malang Jadi Prioritas

Infomalang.com – Pemerintah Kabupaten Malang menempatkan rencana normalisasi tiga sungai sebagai salah satu prioritas utama dalam upaya pengendalian banjir dan penataan lingkungan.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya frekuensi genangan air di sejumlah wilayah saat musim hujan tiba. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan, penyempitan, serta sedimentasi dinilai menjadi faktor utama penyebab meluapnya air ke kawasan permukiman dan lahan produktif warga.

Dengan menjadikan normalisasi sungai sebagai agenda prioritas, pemerintah daerah berharap risiko banjir dapat ditekan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Latar Belakang Usulan Normalisasi Sungai

Usulan normalisasi tiga sungai di Kabupaten Malang muncul dari hasil evaluasi kondisi sungai yang selama ini berperan penting sebagai saluran utama aliran air.

Seiring waktu, kapasitas sungai mengalami penurunan akibat penumpukan sedimen dan sampah. Aliran air yang tidak lancar menyebabkan air mudah meluap ketika curah hujan tinggi.

Situasi ini tidak hanya merugikan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, tetapi juga berdampak pada infrastruktur umum dan aktivitas ekonomi.

Selain faktor alam, aktivitas manusia turut berkontribusi terhadap menurunnya fungsi sungai. Alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai mengurangi area resapan air, sehingga volume limpasan meningkat saat hujan deras.

Oleh karena itu, normalisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai sesuai peruntukannya.

Tiga Sungai yang Menjadi Fokus

Pemerintah daerah telah mengidentifikasi tiga sungai yang diusulkan untuk dinormalisasi berdasarkan tingkat kerawanan banjir dan dampaknya terhadap masyarakat.

Sungai-sungai tersebut melintasi kawasan padat penduduk serta wilayah yang kerap mengalami genangan. Normalisasi akan difokuskan pada pengerukan sedimen, pelebaran alur sungai, dan perbaikan struktur tebing agar aliran air lebih terkendali.

Penentuan prioritas ini dilakukan melalui kajian teknis dan masukan dari berbagai pihak terkait. Dengan fokus pada sungai yang paling berisiko, diharapkan hasil normalisasi dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Baca Juga :

Pemkot Malang Pasang Target Ekspor Naik 50 Persen, 4.000 UMKM Disiapkan Naik Kelas

Tahapan dan Perencanaan Pelaksanaan

Pelaksanaan normalisasi sungai direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup penyusunan perencanaan teknis dan penganggaran yang matang.

Setelah itu, pekerjaan fisik akan dimulai dengan pembersihan sungai dari endapan lumpur dan material penghambat aliran air. Proses ini membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan efektif dan sesuai target.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa normalisasi sungai tidak hanya bersifat jangka pendek. Perawatan pascanormalisasi juga menjadi bagian penting agar fungsi sungai tetap terjaga. Dengan demikian, hasil yang dicapai dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Warga

Normalisasi tiga sungai di Kabupaten Malang diharapkan membawa berbagai dampak positif. Dari sisi lingkungan, aliran air yang lebih lancar akan mengurangi risiko banjir dan genangan.

Sungai yang tertata juga berpotensi meningkatkan kualitas air serta mengurangi pencemaran. Bagi masyarakat, berkurangnya banjir berarti aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih lancar tanpa gangguan berarti.

Selain itu, kawasan di sekitar sungai berpeluang ditata menjadi ruang yang lebih tertib dan aman. Penataan bantaran sungai yang terintegrasi dengan normalisasi dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat bagi warga sekitar.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Sungai

Keberhasilan normalisasi sungai tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat.

Kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai menjadi faktor kunci agar sungai tidak kembali mengalami pendangkalan dan pencemaran.

Pemerintah daerah terus mendorong partisipasi warga melalui edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sungai.

Dengan keterlibatan masyarakat, upaya normalisasi diharapkan tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga lingkungan. Sinergi ini penting agar manfaat normalisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penutup

Menjadikan normalisasi tiga sungai sebagai prioritas menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam menangani persoalan banjir dan penataan lingkungan.

Melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan bertahap, serta dukungan masyarakat, program ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Ke depan, sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga sebagai bagian penting dari lingkungan yang tertata dan berkelanjutan.

Baca Juga :

Longsor Payung 2 Sempat Lumpuhkan Jalur Malang–Kediri, Lalu Lintas Kini Normal