infomalangcom – Ancaman banjir luapan yang kerap melanda kawasan selatan Kabupaten Malang mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bergerak cepat.
Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, BPBD Kabupaten Malang memprioritaskan normalisasi di tiga titik aliran sungai wilayah Kecamatan Tirtoyudo, guna memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir yang berulang menerjang permukiman warga.
Program normalisasi ini bermula dari hasil survei bersama BPBD dan BBWS Brantas pascabanjir yang sempat merusak akses jalan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan dua daerah aliran sungai utama yang perlu segera dinormalisasi, yakni Kali Sat di Desa Purwodadi dan DAS Tundo di Desa Pujiharjo.
Progres Normalisasi di Tiga Titik Prioritas
“Hasil survei menunjukkan dua titik sungai perlu dinormalisasi yakni Kali Sat dan DAS Tundo. Agar aliran air kembali lancar dan aman,” kata Sadono.
Pekerjaan normalisasi kemudian dilaksanakan secara bertahap dengan mengerahkan alat berat jenis Power Crawler (PC) 140 milik BBWS Brantas.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, R. Ichwanul Muslimin, menjelaskan bahwa di Desa Purwodadi, normalisasi telah dilakukan sepanjang 620 meter dengan lebar 20 meter dan kedalaman dua meter, sebelum alat berat dialihkan untuk melanjutkan pekerjaan di Sungai Tundo, Desa Pujiharjo, yang direncanakan mencakup panjang hingga 1,6 kilometer.
Baca Juga: Wisata Malam Akhir Pekan Menjadi Pilihan Masyarakat untuk Rekreasi dan Mendukung Perekonomian Lokal
“Di Desa Purwodadi, normalisasi telah dilakukan sepanjang 620 meter dengan lebar 20 meter dan kedalaman dua meter,” ujar Ichwanul.
Dalam perkembangan lebih lanjut, pengerjaan normalisasi Sungai Tundo dilakukan secara bertahap dalam beberapa titik segmen sepanjang aliran sungai.
Hingga pertengahan Oktober 2025, progres normalisasi telah mencapai titik ketiga dengan total panjang sekitar 800 meter di kedua sisi aliran sungai, disertai pemasangan bronjong penguat tebing agar tidak mudah tergerus arus air.
“800 meter ini berarti sudah titik ketiga. Di titik ini, bronjong yang sudah terpasang berjumlah 24 unit. Total keseluruhan bronjong yang telah terpasang hingga saat ini mencapai 126 unit,” kata Sadono.
Ia menambahkan, dimensi normalisasi Sungai Tundo meliputi lebar sungai sekitar 20 meter, tinggi tanggul antara 2,5 hingga 3 meter, serta lebar tanggul kurang lebih 3 meter.
Penataan kembali aliran sungai pada tiga titik prioritas ini, mencakup Kali Sat dan dua segmen penanganan di Sungai Tundo, diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus menurunkan risiko banjir luapan di sekitar permukiman warga Tirtoyudo.
Proses normalisasi ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Malang, BBWS Brantas, pemerintah desa setempat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat sekitar dua desa terdampak. Sinergi antarpihak dinilai penting untuk memastikan kelancaran pekerjaan sekaligus efektivitas program mitigasi bencana secara menyeluruh.
BPBD Kabupaten Malang sebelumnya juga mencatat wilayah Tirtoyudo termasuk salah satu dari 17 kecamatan dengan potensi tanah longsor, sekaligus rawan bencana hidrometeorologi lain menjelang musim penghujan.
Karena itu, program normalisasi sungai menjadi salah satu langkah mitigasi prioritas di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terus dipantau BPBD sepanjang musim hujan. Informasi lebih lanjut mengenai kesiapsiagaan dan penanganan bencana secara nasional dapat diakses melalui laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sejalan dengan program normalisasi ini, BPBD Kabupaten Malang juga telah menetapkan status tanggap darurat hidrometeorologi sebagai pedoman aktivasi pos komando dan pos lapangan dalam mempercepat penanganan darurat di berbagai wilayah rawan bencana.
Penetapan status tersebut memungkinkan koordinasi antarinstansi berjalan lebih cepat apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem, termasuk potensi banjir luapan susulan di kawasan yang tengah dalam proses normalisasi.
Dengan progres normalisasi yang terus berjalan di tiga titik prioritas ini, BPBD Kabupaten Malang berharap risiko banjir luapan di kawasan selatan, khususnya Kecamatan Tirtoyudo, dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan rasa aman lebih besar bagi warga yang selama ini kerap terdampak luapan air sungai saat musim hujan tiba.
Baca Juga: Program MBG Kembali Disorot, Presiden LIRA Desak Evaluasi Menyeluruh













