Infomalangcom – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses pelayanan kesehatan, penguatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pengembangan lingkungan kota yang sehat.
Kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Pemkot Malang juga menempatkan sektor kesehatan sebagai bagian dari program prioritas daerah.
Komitmen tersebut terlihat dari upaya pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
Pada 2026, Pemkot Malang bahkan meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori utama.
Akses Jaminan Kesehatan Terus Diperkuat
Salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Malang adalah memperluas cakupan kepesertaan JKN. Program tersebut menjadi instrumen penting agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pemerintah Kota Malang secara bertahap mendaftarkan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti warga miskin, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa akses kesehatan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, tetapi juga kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Perluasan kepesertaan JKN juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage.
Dengan cakupan yang semakin luas, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan akses kepesertaan.
UHC Menjadi Salah Satu Indikator Keberhasilan
Universal Health Coverage menjadi salah satu indikator penting dalam melihat akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan.
Kota Malang mendapatkan penghargaan UHC 2026 kategori utama setelah pemerintah daerah dinilai konsisten dalam memperluas akses serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam UHC Awards 2026 di Jakarta pada 27 Januari 2026. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerima penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Kota Malang.
Namun, pencapaian UHC tidak berarti pekerjaan pemerintah telah selesai. Setelah cakupan kepesertaan semakin luas, kualitas pelayanan kesehatan tetap perlu diperhatikan agar masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari program tersebut.
Program Kota Sehat Terus Dikembangkan
Selain jaminan kesehatan, Pemkot Malang juga mengembangkan Program Kota Sehat. Program ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Pada Februari 2026, Pemkot Malang melakukan evaluasi penyelenggaraan Kota Sehat tahun 2025 sekaligus menyiapkan strategi untuk periode 2026–2027.
Evaluasi tersebut bertujuan meningkatkan capaian kinerja dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso menyampaikan bahwa Kota Sehat diarahkan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
Kesehatan Tidak Hanya Bergantung pada Rumah Sakit
Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pengobatan. Lingkungan tempat tinggal, pola hidup, pendidikan kesehatan, sanitasi, dan kesadaran masyarakat juga memiliki peran penting.
Karena itu, Program Kota Sehat menggunakan pendekatan yang lebih luas. Dalam evaluasi 2025, terdapat sembilan tatanan yang menjadi indikator, antara lain kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi, perlindungan sosial, serta pencegahan dan pengendalian bencana.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat berkaitan dengan banyak sektor pemerintahan.
Kolaborasi Dibutuhkan untuk Mewujudkan Kota Sehat
Pemkot Malang menyadari bahwa pembangunan kota sehat tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Karena itu, pelaksanaan program melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan hexahelix.
Pihak yang terlibat mencakup pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi tersebut diperlukan karena setiap pihak memiliki peran berbeda dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga hasil program. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat menjadi contoh kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat.
Peningkatan Kualitas Layanan Tetap Diperlukan
Cakupan kepesertaan JKN yang tinggi perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kepastian bahwa dirinya terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang mudah diakses dan berkualitas.
Pemkot Malang sendiri menegaskan bahwa setelah memperoleh capaian UHC, perhatian berikutnya harus diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Hal tersebut penting karena keberhasilan program kesehatan pada akhirnya dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dinas Kesehatan Fokus Meningkatkan Derajat Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Malang memiliki visi pembangunan bidang kesehatan berupa terwujudnya kesehatan masyarakat Kota Malang yang bermartabat.
Salah satu misi yang ditetapkan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Malang.
Arah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit. Peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi bagian dari tujuan yang lebih luas.
Program pemerintah kemudian dapat diarahkan pada upaya promotif dan preventif, selain tetap menyediakan layanan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pencegahan Menjadi Bagian Penting
Upaya pencegahan juga menjadi bagian dari strategi kesehatan masyarakat. Edukasi mengenai pola hidup sehat dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum mengalami masalah kesehatan.
Pada Januari 2026, Dinas Kesehatan Kota Malang bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia melaksanakan Edukasi Gizi Serentak dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-66.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah.
Edukasi tersebut menjadi salah satu contoh bahwa peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif.
ANTARA News Jawa Timur — Pemkot Malang Cek Kesehatan Masyarakat Kontak Erat dengan Pasien TBC
Lingkungan Sehat Mendukung Kesejahteraan
Kondisi lingkungan memiliki hubungan erat dengan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan memiliki sanitasi baik dapat mendukung kualitas hidup warga.
Karena itu, pembangunan kota sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah harus memastikan program tidak hanya berjalan ketika ada penilaian atau penghargaan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan publik sehari-hari.
Evaluasi Program Kota Sehat 2025 yang dilanjutkan dengan penyusunan strategi 2026–2027 menunjukkan adanya upaya untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.
baca juga: Kota Malang dan Kota Jambi Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Pemkot Malang Perkuat Komitmen Kesehatan Warga
Berbagai langkah yang dilakukan Pemkot Malang menunjukkan bahwa kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Perluasan kepesertaan JKN, peningkatan mutu pelayanan, Program Kota Sehat, serta edukasi kesehatan menjadi beberapa upaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
Keberhasilan program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesadaran hidup sehat.
Dengan memperkuat akses pelayanan sekaligus melakukan pencegahan dan edukasi, Pemkot Malang berupaya menjadikan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
baca juga: Kantor Bupati Malang Dioptimalkan Sebagai Pusat Informasi dan Layanan Publik Resmi













