infomalangcom – Kabar mengejutkan datang dari dunia perbankan dan moneter Indonesia pada Senin, 27 Juli 2026. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebelum masa tugasnya berakhir pada 2028, sebuah keputusan yang langsung memicu perhatian publik dan pelaku pasar keuangan tanah air.
Pengunduran diri tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin pagi.
Menurut Prasetyo, surat pengunduran diri Perry Warjiyo telah diterima secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya, tepatnya pada Minggu, 26 Juli 2026.
“Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada awak media.
Prasetyo menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri tersebut dengan disertai ucapan terima kasih serta penghargaan tinggi atas dedikasi Perry Warjiyo yang telah memimpin bank sentral selama kurang lebih tujuh tahun.
Pemerintah, lanjutnya, akan segera menindaklanjuti proses administratif melalui penerbitan Keputusan Presiden terkait pemberhentian secara hormat tersebut, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Baca Juga: Daftar 26 Skuad Timnas Indonesia Piala AFF 2026 Kenapa Justin Hubner Jadi Sorotan?
Perry Warjiyo merupakan sosok yang cukup lama berkiprah di lingkungan Bank Indonesia.
Ia pertama kali dilantik sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo, setelah dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat.
Kepemimpinannya kemudian dilanjutkan untuk periode kedua sejak 24 Mei 2023 hingga 2028, sebelum akhirnya ia memutuskan mundur di tengah jalan pada tahun ini.
Sebelum menduduki kursi Gubernur BI, Perry tercatat pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018.
Kariernya di bank sentral bahkan telah dimulai sejak tahun 1984, mencakup berbagai posisi strategis seperti Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, hingga Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Destry Damayanti Jabat Gubernur BI Sementara
Menyusul mundurnya Perry Warjiyo, posisi Gubernur BI untuk sementara waktu akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.
Penunjukan ini dilakukan secara otomatis sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
“Untuk selanjutnya sesuai UU BI, jabatan Gubernur BI akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara,” jelas Prasetyo Hadi.
Terkait alasan di balik keputusan mundurnya Perry, beberapa sumber menyebutkan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi.
Destry Damayanti sendiri mengonfirmasi bahwa langkah tersebut diambil Perry pada 25 Juli 2026, sebelum resmi diumumkan kepada publik dua hari kemudian.
Prasetyo Hadi turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi pergantian kepemimpinan ini.
Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga stabilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional tidak akan terganggu oleh peristiwa ini.
Pengunduran diri seorang Gubernur BI sebelum masa jabatannya berakhir merupakan peristiwa yang jarang terjadi dalam sejarah bank sentral Indonesia.
Publik kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintah, khususnya terkait proses seleksi calon Gubernur BI definitif yang akan melanjutkan kepemimpinan lembaga tersebut ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, Bank Indonesia maupun Sekretariat Negara belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan mengenai jadwal pasti proses penetapan Gubernur BI baru.
Namun, dengan hadirnya Destry Damayanti sebagai pejabat sementara, roda kebijakan moneter dipastikan tetap berjalan tanpa hambatan berarti di tengah masa transisi kepemimpinan ini.
Baca Juga: Malang City Expo 2026, Pertamina Perkuat UMKM Lokal Lewat Pembinaan














