Breaking

Viral di Malang! Suara Mirip Jokowi dan Prabowo Umumkan Pertalite Habis di SPBU, Ini Penjelasannya

Viral di Malang! Suara Mirip Jokowi dan Prabowo Umumkan Pertalite Habis di SPBU, Ini Penjelasannya
Viral di Malang! Suara Mirip Jokowi dan Prabowo Umumkan Pertalite Habis di SPBU, Ini Penjelasannya

infomalangcom – Sebuah video dari SPBU Tlogomas, Kota Malang, viral di media sosial.

Bukan karena harga BBM, melainkan cara pengumuman stok Pertalite yang terdengar seperti suara Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Fenomena ini membuat pengendara terkejut sekaligus penasaran.

Pengumuman Pertalite Habis Jadi Perbincangan

Peristiwa itu terjadi di SPBU 54.651.05 yang berada di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Dalam video berdurasi sekitar 42 detik yang beredar di media sosial, terdengar suara pria yang sangat menyerupai Jokowi menyampaikan bahwa Pertalite habis dan hanya tersedia Pertamax.

Setelah itu, terdengar pula suara yang menyerupai Prabowo dengan pesan serupa.

Baca Juga : Lanud Abd Saleh Berangkatkan Lebih dari 2 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Video itu diketahui dibagikan oleh akun Threads @sovia_machrieta. Dalam rekaman, kondisi SPBU terlihat cukup ramai dengan kendaraan yang sedang mengantre.

Penggunaan suara yang menyerupai dua tokoh nasional tersebut membuat informasi sederhana mengenai stok BBM berubah menjadi perbincangan di media sosial.

Bukan Jokowi dan Prabowo yang Datang ke SPBU

Penting untuk meluruskan bahwa suara dalam rekaman bukan berarti Jokowi maupun Prabowo hadir atau memberikan pengumuman secara langsung di SPBU.

Berdasarkan keterangan pengelola yang diberitakan media, suara tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI dan diputar melalui pengeras suara SPBU.

Pengawas SPBU 54.651.05 Tlogomas, Supriyanto, menjelaskan bahwa penggunaan suara tersebut merupakan inisiatif operator.

Tujuannya cukup praktis, yakni memberi tahu pengendara dari jarak tertentu ketika Pertalite sedang tidak tersedia.

Dengan pengumuman dari pengeras suara, pengendara yang baru datang dapat mengetahui kondisi stok sebelum masuk dan ikut mengantre.

Cara tersebut diharapkan mengurangi kekecewaan konsumen yang sudah berada dalam antrean tetapi baru mengetahui Pertalite kosong setelah menunggu.

Kenapa Pengumuman Menggunakan Suara Mirip Tokoh?

Menurut penjelasan pengelola, operator sendiri yang mencari dan menyetel suara tersebut untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Meski demikian, pengelola kemudian menghentikan penggunaan rekaman tersebut setelah videonya menjadi viral.

Saat media melakukan pengecekan pada Kamis, 3 September 2026, suara mirip Jokowi dan Prabowo itu sudah tidak lagi terdengar melalui pengeras suara SPBU.

Langkah penghentian tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak salah memahami rekaman sebagai pernyataan resmi dari kedua tokoh.

Informasi yang beredar di media sosial juga perlu dilihat berdasarkan konteks dan keterangan pihak terkait, bukan hanya dari potongan video.

Tingginya Aktivitas di SPBU Tlogomas

SPBU Tlogomas menjadi lokasi dengan aktivitas konsumen yang tinggi.

Berdasarkan keterangan pengawas SPBU yang dikutip TIMES Indonesia, SPBU tersebut beroperasi selama 24 jam dan dalam kondisi normal dapat menyalurkan sekitar 40 ribu liter BBM per hari.

Jumlah pasokan yang disebutkan saat ini bahkan mencapai sekitar 48 ribu liter.

Namun, tingginya konsumsi membuat persediaan dapat cepat terserap.

Pengawas SPBU menyebut keberadaan banyak mahasiswa di sekitar kawasan Tlogomas turut memengaruhi tingginya aktivitas pembelian BBM.

Baca Juga : UM dan UB Kenalkan Teknologi Vacuum Silage untuk Peternak Kambing di Malang

Saat mahasiswa sedang libur, konsumsi disebut berada di kisaran 32 ribu liter per hari.

Ketika aktivitas mahasiswa kembali normal, konsumsi meningkat sekitar 30 sampai 40 persen.

Antrean Pertalite dan Informasi untuk Pengendara

SPBU tersebut memiliki enam pompa Pertalite untuk sepeda motor dan empat pompa untuk mobil.

Dengan jumlah kendaraan yang tinggi, pengelola perlu menyampaikan informasi stok secepat mungkin agar konsumen dapat menentukan pilihan sebelum masuk ke antrean.

Pengelola juga menyampaikan bahwa ketika BBM subsidi tidak tersedia, konsumen dapat diarahkan pada BBM nonsubsidi yang tersedia.

Selain pengeras suara, informasi mengenai ketersediaan BBM dapat disampaikan melalui papan pemberitahuan di area SPBU.

Viral, Unik, tetapi Tetap Perlu Konteks

Viralnya suara mirip Jokowi dan Prabowo di SPBU Tlogomas memang menjadi cerita unik dari aktivitas sehari-hari di Kota Malang.

Namun, inti peristiwanya tetap berkaitan dengan upaya menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa Pertalite sedang habis di lokasi tersebut.

Penggunaan teknologi AI dalam rekaman suara juga menunjukkan bagaimana teknologi semakin mudah ditemukan dalam aktivitas komunikasi sehari-hari.

Di sisi lain, suara yang menyerupai figur publik dapat menimbulkan salah persepsi apabila konteks penggunaannya tidak dijelaskan dengan jelas.

Karena itu, masyarakat sebaiknya membedakan antara suara yang dibuat menyerupai seseorang dengan pernyataan yang benar-benar disampaikan oleh orang tersebut.

Dalam kasus SPBU Tlogomas, keterangan pengelola menjadi dasar penting untuk memahami bahwa rekaman tersebut merupakan media informasi dari operator, bukan pengumuman langsung dari Jokowi ataupun Prabowo.

Klarifikasi pihak terkait tetap menjadi rujukan utama bagi masyarakat setempat.

Teknologi AI dapat menghasilkan suara sintetis yang menyerupai karakter suara seseorang, sehingga konteks, sumber video, dan klarifikasi pihak terkait tetap diperlukan sebelum informasi dibagikan lebih luas.

Sumber data