infomalangcom – Upaya meningkatkan kualitas pakan ternak di kalangan peternak kambing terus digalakkan melalui kolaborasi dunia akademik dengan masyarakat.
Tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang bersama Universitas Brawijaya memperkenalkan teknologi vacuum silage dan mesin chopper kepada kelompok peternakan kambing di Kabupaten Malang, sebagai upaya memperkuat produksi silase berkualitas bagi kebutuhan pakan ternak sehari-hari.
Program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar Kelompok Ternak Sumber Asri Jaya di Desa Sumberdem, yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional dalam mengolah pakan hijauan, seperti pencacahan rumput secara manual dan penyimpanan pakan tanpa proses pengawetan yang memadai.
Kondisi ini kerap menyebabkan kualitas pakan menurun, terutama saat memasuki musim kemarau ketika ketersediaan hijauan segar mulai berkurang.
Mesin Vakum Silase dan Pencacah Multifungsi Dipasang di Lokasi Peternak
Pelaksanaan program mencakup pemasangan dan pengoperasian mesin vakum silase serta mesin pencacah multifungsi di lingkungan Kelompok Ternak Sumber Asri Jaya.
Kegiatan ini turut diikuti dengan pelatihan formulasi pakan dan praktik langsung pengolahan hijauan menjadi silase bagi para anggota kelompok.
Selain aspek teknis, tim pengabdian juga menerapkan manajemen usaha berbasis data melalui pencatatan produksi dan keuangan secara tertib.
Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, dengan tujuan agar peternak mampu mengadopsi inovasi teknologi sekaligus mengelola usahanya secara lebih modern dan profesional.
Hasil dari program ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi silase dilaporkan meningkat hingga 60 sampai 70 persen dari kebutuhan hijauan kelompok, atau setara sekitar 200 hingga 250 kilogram per minggu, sehingga ketersediaan pakan bernutrisi bagi ternak menjadi lebih terjamin sepanjang tahun.
Selain peningkatan kapasitas produksi, program ini turut menghasilkan Standar Operasional Prosedur, sistem pencatatan produksi dan keuangan, serta struktur organisasi yang lebih profesional sebagai fondasi pengelolaan usaha peternakan berbasis bukti.
Baca Juga: 3 Langkah Bupati Bulungan Hadapi Karhutla, Puskesmas dan RS Diminta Siaga
Ketua Kelompok Ternak Sumber Asri Jaya, Hermanto Edi Setyoko, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dinilai mampu memitigasi krisis pakan ternak di musim kemarau.
Ia menyebut program ini juga melatih keterampilan anggota kelompok dalam memproduksi pakan bernutrisi secara mandiri.
“Ada komitmen berkelanjutan di internal komunitas untuk produksi silase, sehingga ke depan kami berharap ini bisa menjadi unit usaha organisasi untuk kepentingan bersama,” ujar Hermanto.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumberdem, Purwati, yang berperan menjembatani tim pelaksana dengan mitra tani dan ternak desa selama program berlangsung.
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan warga desa dapat terus berlanjut demi kesejahteraan peternak setempat.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan sejumlah program pengabdian masyarakat serupa yang telah dilakukan berbagai perguruan tinggi di Malang Raya dalam beberapa tahun terakhir, di mana penggunaan mesin pencacah mekanis pada kelompok peternak kambing lain sebelumnya juga terbukti mampu meningkatkan efisiensi pencacahan pakan lebih dari 60 persen dibandingkan metode manual.
Program pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna seperti ini dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat, khususnya di tengah tantangan ketersediaan pakan hijauan yang fluktuatif akibat pergantian musim.
Dengan pasokan pakan silase yang lebih terjaga kualitasnya, produktivitas ternak kambing diharapkan dapat meningkat, baik dari sisi pertumbuhan bobot maupun kesehatan ternak secara keseluruhan.
Kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya dalam program ini turut mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani hasil riset dan inovasi teknologi kepada masyarakat, khususnya kelompok usaha peternakan rakyat yang membutuhkan pendampingan teknis untuk meningkatkan daya saing usahanya.
Informasi lebih lanjut mengenai program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi peternakan dapat diakses melalui laman resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang.
Dengan hadirnya teknologi vacuum silage dan chopper ini, kelompok peternak kambing di Kabupaten Malang diharapkan dapat mengelola pakan ternak secara lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh keberhasilan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor peternakan rakyat di Jawa Timur.
Baca Juga: Keluhan Sound Horeg Bermunculan, Pemkot Malang Perketat Pengawasan Karnaval














