Infomalangcom – Pertandingan Vietnam U-23 melawan Korea Selatan U-23 dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2026 berlangsung penuh drama.
Salah satu kejadian yang paling menarik perhatian terjadi ketika Vietnam harus bermain dengan 10 pemain setelah Nguyen Dinh Bac menerima kartu merah pada menit-menit akhir pertandingan.
Sementara itu, kiper Cao Van Binh justru tampil penting hingga membantu Vietnam memenangkan adu penalti.
Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan Vietnam yang akhirnya bermain imbang 2-2 selama 120 menit sebelum menang 7-6 melalui adu penalti.
AFC mencatat Cao Van Binh menggagalkan tendangan Bae Hyun-seo pada penendang ketujuh Korea Selatan, sebelum Nguyen Thanh Nhan memastikan kemenangan Vietnam.
Kartu Merah Mengubah Jalannya Pertandingan
Vietnam sebenarnya berada dalam posisi menguntungkan ketika pertandingan memasuki fase akhir. Dinh Bac sebelumnya memberikan kontribusi besar dengan mencetak gol pada menit ke-71 melalui tendangan bebas sehingga Vietnam kembali unggul 2-1.
Namun, situasi berubah pada menit ke-86. Dinh Bac menerima kartu merah langsung setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Lee Chan-ouk.
Keputusan tersebut membuat Vietnam harus bermain dengan sepuluh pemain hingga pertandingan berakhir.
Korea Selatan kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk memberikan tekanan lebih besar. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
AFC (Asian Football Confederation)
https://www.the-afc.com/en/national/afc_u23_asian_cup.html/news/vietnam-edge-korea-republic-on-penalties-to-finish-third
Dinh Bac Ungkap Tekanan Setelah Kartu Merah
Setelah pertandingan, Dinh Bac mengungkapkan bahwa periode sejak menerima kartu merah hingga pertandingan selesai menjadi salah satu momen paling berat dalam kariernya.
Dalam laporan Báo Nghệ An, pemain tersebut menggambarkan waktu setelah meninggalkan lapangan sebagai momen yang terasa sangat panjang.
Pengakuan tersebut menunjukkan tekanan psikologis yang dirasakan seorang pemain ketika harus menyaksikan rekan-rekannya berjuang tanpa dirinya.
Terlebih, Vietnam sedang mempertahankan keunggulan dan kemudian harus menghadapi tambahan waktu dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Pelatih Kim Sang-sik juga menilai kartu merah tersebut sebagai momen yang tidak menguntungkan bagi tim. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi mental para pemain Vietnam yang mampu bertahan hingga pertandingan berakhir.
Cao Van Binh Jadi Penentu dalam Adu Penalti
Jika Dinh Bac menjadi sorotan karena kartu merah, Cao Van Binh justru menjadi salah satu pemain yang menentukan keberhasilan Vietnam.
Kiper tersebut mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan meskipun timnya bermain dengan sepuluh pemain.
Performa Van Binh mencapai puncaknya dalam adu penalti. Setelah kedua tim sama-sama berhasil menjalankan sejumlah eksekusi, kiper Vietnam tersebut menggagalkan tendangan Bae Hyun-seo.
Penyelamatan itu membuka jalan bagi Vietnam untuk mengamankan kemenangan.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya ketenangan seorang penjaga gawang dalam situasi penuh tekanan.
Van Binh tidak hanya bertugas mengamankan gawang selama pertandingan, tetapi juga menjadi penentu ketika laga harus diselesaikan melalui adu penalti.
Vietnam Bertahan dengan Sepuluh Pemain
Setelah kehilangan Dinh Bac, Vietnam harus mengubah pendekatan permainan. Korea Selatan mendapatkan ruang lebih besar untuk menyerang, sedangkan para pemain Vietnam harus bekerja lebih keras menjaga pertahanan.
Meski berada dalam tekanan, Vietnam mampu bertahan hingga pertandingan memasuki babak tambahan. AFC menyebut ketahanan dan semangat juang Vietnam menjadi salah satu faktor penting keberhasilan mereka meraih posisi ketiga.
Hasil tersebut menjadi pencapaian positif bagi skuad muda Vietnam. Mereka tidak hanya harus menghadapi lawan berkualitas, tetapi juga mengatasi kondisi sulit setelah kehilangan seorang pemain karena kartu merah.
Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah pertandingan dapat berubah dalam waktu singkat. Vietnam yang sebelumnya berada dalam posisi unggul harus mengubah cara bermain karena jumlah pemain berkurang. Para pemain dituntut tetap disiplin dan tidak kehilangan konsentrasi ketika Korea Selatan meningkatkan tekanan.
Dampak Kartu Merah bagi Dinh Bac
Kartu merah tersebut ternyata tidak berhenti pada pertandingan melawan Korea Selatan. AFC kemudian menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada Dinh Bac.
VnExpress melaporkan bahwa pemain tersebut mendapatkan skorsing dua pertandingan dan denda 1.000 dolar AS akibat kartu merah langsung tersebut.
Karena Dinh Bac sudah tidak lagi memenuhi batas usia untuk bermain di level U-23, sanksi tersebut berdampak pada agenda tim nasional senior.
Ia kemudian harus menjalani hukuman pada pertandingan resmi berikutnya sesuai ketentuan disiplin AFC.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi pemain muda Vietnam mengenai pentingnya mengendalikan emosi dan mengambil keputusan secara tepat ketika pertandingan berada dalam situasi panas.
Terlepas dari kesalahan tersebut, kontribusi Dinh Bac sepanjang pertandingan tetap menjadi bagian penting dari perjuangan Vietnam meraih kemenangan.
Bagi seorang pemain, kartu merah tidak hanya memberikan dampak terhadap pertandingan yang sedang berlangsung.
Hukuman lanjutan juga dapat memengaruhi persiapan tim pada laga berikutnya. Karena itu, disiplin menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan ketika pemain menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
baca juga: Prestasi Evelyn Alexia di China, Perjalanan Atlet Latin Dance dari Malang
Mental Kuat Menjadi Kunci Vietnam
Pertandingan melawan Korea Selatan menunjukkan bahwa kekuatan mental menjadi salah satu faktor penting bagi Vietnam.
Bermain dengan sepuluh pemain dalam situasi pertandingan yang ketat membutuhkan konsentrasi tinggi dari seluruh anggota tim.
Cao Van Binh juga menunjukkan ketenangan ketika menghadapi adu penalti. Tugas penjaga gawang dalam situasi tersebut tidak mudah karena setiap penyelamatan dapat menentukan hasil pertandingan.
Keberhasilannya menggagalkan satu tendangan menjadi momen penting bagi Vietnam.
Pada akhirnya, Vietnam berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 7-6 melalui adu penalti dan mengamankan posisi ketiga Piala Asia U-23 2026.
Pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda Vietnam, terutama dalam menghadapi situasi sulit.
Perlu diluruskan bahwa kartu merah dalam pertandingan tersebut diterima Nguyen Dinh Bac, bukan kiper Cao Van Binh.
Cao Van Binh justru menjadi salah satu pemain yang membantu Vietnam memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Koreksi ini penting agar pemberitaan mengenai pertandingan Vietnam tetap sesuai dengan data pertandingan yang dapat diverifikasi.
baca juga: Vietnam Bersiap Hadapi Piala Super Nasional 2026 di Malaysia














