Breaking

Luna Armata, Kiper Hockey Malang yang Bersinar di Panggung Dance

jed timo

18 August 2026

Luna Armata, Kiper Hockey Malang yang Bersinar di Panggung Dance
Bagi Luna Armata Wira Atmaja, berada di depan gawang untuk menghentikan serangan lawan sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Infomalangcom – Bagi Luna Armata Wira Atmaja, berada di depan gawang untuk menghentikan serangan lawan sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun, siswi kelas XI SMAN 4 Malang itu memiliki sisi lain yang tak kalah menarik.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet hockey, Luna juga tampil sebagai dancer bersama Mouster Moiselle di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South.

Luna mulai mengenal olahraga hockey ketika duduk di kelas VIII SMP.

Ketertarikannya berawal dari kegiatan pengenalan hockey yang diadakan di sekolah.

Dari kegiatan tersebut, kemampuan Luna sebagai penjaga gawang mulai diperhatikan oleh pelatih.

Potensi tersebut kemudian membuat Luna semakin serius menekuni posisi kiper.

Ia menjalani latihan dan mengikuti berbagai kompetisi hingga berhasil mengukir sejumlah prestasi.

Beberapa pencapaiannya antara lain medali perunggu FHI Cup I 2024, medali emas FHI Cup II 2025, serta medali perunggu PORPROV IX Hockey Indoor Jawa Timur 2025.

Dari Penjaga Gawang hingga Panggung Dance

Meski memberikan pengalaman dan prestasi, posisi kiper juga menghadirkan tekanan tersendiri bagi Luna.

Sebagai penjaga gawang, dirinya menjadi pemain terakhir yang bertanggung jawab mengantisipasi serangan lawan.

Kesalahan kecil dapat berujung pada gol dan memberikan dampak terhadap perjuangan seluruh tim.

“Menjadi kiper itu tekanannya tinggi banget.

Karena kiper kan cuma aku sendirian.

Sekalinya salah atau kebobolan, rasa bersalahnya luar biasa karena teman-teman sudah berjuang keras di lapangan,” ujar Luna.

Tekanan tersebut bahkan sempat membuat Luna kehilangan kepercayaan diri setelah mengikuti PORPROV.

Ia mengaku pernah memiliki keinginan untuk berhenti bermain hockey.

Namun, kecintaannya terhadap olahraga tersebut membuat Luna memilih untuk terus melanjutkan perjalanan sebagai atlet.

Di luar hockey, Luna sebenarnya telah memiliki ketertarikan terhadap dunia dance sejak kecil.

Kesempatan untuk kembali menekuni aktivitas tersebut datang ketika ia bersekolah di SMAN 4 Malang.

Luna kemudian bergabung dengan Mouster Moiselle dan mulai menjalani latihan koreografi bersama tim.

Kegiatan dance harus dijalani di sela rutinitas latihan hockey yang berlangsung empat kali dalam sepekan.

Jadwal tersebut membuat Luna perlu membagi waktu dan tenaga agar kedua aktivitas dapat berjalan.

Tantangan lain muncul menjelang penampilan Mouster Moiselle di AQUA DBL Dance 2026 East Java-South.

Salah seorang anggota tim harus absen karena sakit.

Kondisi itu membuat formasi yang sebelumnya berjumlah 12 penari harus diubah menjadi 11 orang.

Perubahan formasi dalam waktu singkat tentu membutuhkan penyesuaian.

Luna dan anggota Mouster Moiselle lainnya harus kembali mempelajari koreografi agar perubahan tersebut tidak mengganggu penampilan di atas panggung.

Meski menjalani dua aktivitas sekaligus, Luna mengakui bahwa hockey masih menjadi prioritas utamanya.

Ia mempertimbangkan perjalanan prestasi yang telah dibangun melalui olahraga tersebut, termasuk agenda untuk tampil di Piala Wali Kota.

“Kalau disuruh memilih antara hockey dan dance, untuk saat ini hockey masih jadi prioritas utama karena grade prestasinya lebih besar dan akan tampil di Piala Wali Kota.

Tapi di AQUA DBL Dance ini, semoga bisa tembus Top 10,” ungkapnya.

Pilihan tersebut tidak berarti Luna mengesampingkan dance.

Justru pengalaman tampil bersama Mouster Moiselle menjadi ruang baginya untuk mencoba hal baru sekaligus mengembangkan kemampuan di luar olahraga yang selama ini menjadi fokus utamanya.

Di tengah kesibukan latihan dan kompetisi, Luna juga tetap harus menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.

Ia berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan dua aktivitas yang dijalaninya.

Perjalanan Luna memperlihatkan bagaimana seorang pelajar dapat mengembangkan lebih dari satu minat.

Di lapangan hockey, ia berperan sebagai penjaga gawang yang membutuhkan konsentrasi dan keberanian.

Sementara di panggung dance, ia dituntut untuk mengikuti ritme, koreografi, serta membangun kekompakan bersama tim.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan Luna di AQUA DBL Dance 2026 East Java-South menjadi cerita tersendiri.

Ia tidak hanya membawa kemampuan sebagai dancer, tetapi juga pengalaman sebagai atlet yang terbiasa menghadapi tekanan, bekerja sama dengan tim, dan beradaptasi dengan situasi yang berubah.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.

Selain kompetisi basket pelajar, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.

Rangkaian pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga dapat dinikmati melalui YouTube Good Day ID.

Baca juga: Prestasi Evelyn Alexia di China, Perjalanan Atlet Latin Dance dari Malang

Author Image

Author

jed timo