Infomalangcom – Penampilan perdana SMA Al-Izzah Batu atau Smaza di kategori lima lawan lima Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South berakhir dengan hasil positif.
Menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari Batu menuju Malang, Smaza berhasil mengalahkan SMKN 4 Malang dengan skor 18-7 di GOR Ken Arok, Sabtu (15/8).
Bagi M. Daff Rayyan Pratama, pertandingan tersebut memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar kemenangan.
Kapten Smaza yang kini duduk di kelas XII itu akhirnya dapat mewujudkan keinginannya tampil dalam kompetisi DBL 5on5 setelah menunggu sekitar lima tahun.
Sebelumnya, Smaza belum memperoleh izin mengikuti kompetisi lima lawan lima karena aturan yang berlaku di lingkungan pondok pesantren.
Sebagai sekolah berbasis boarding school, aktivitas siswa di luar asrama harus mengikuti ketentuan yang cukup ketat.
Kekhawatiran mengenai kedisiplinan menjadi salah satu pertimbangan sebelum izin diberikan.
Meski belum dapat tampil di kategori 5on5, Smaza lebih dulu mengikuti kompetisi 3X3.
Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun kepercayaan dari pihak sekolah dan pengelola pondok.
Setelah melalui pembahasan panjang, izin untuk mengikuti DBL 5on5 akhirnya diberikan pada musim ini.
Momen tersebut terasa semakin spesial karena menjadi tahun terakhir Daffa sebagai siswa Smaza.
Kesempatan itu sekaligus membawa tanggung jawab bagi para pemain untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Lima Tahun Menunggu hingga Mimpi Basket ke Amerika
Aturan selama mengikuti kompetisi tetap diberlakukan.
Para pemain tidak diperbolehkan menginap di luar pondok.
Setelah pertandingan selesai, mereka harus langsung kembali menggunakan angkot khusus yang disediakan sekolah.
Dukungan dari lingkungan sekolah juga tetap diberikan, meski jumlah suporter yang dapat berangkat ke GOR Ken Arok dibatasi.
Dari sekitar 1.200 santri tingkat SMP dan SMA, hanya sekitar 150 hingga 200 siswa yang memperoleh kesempatan menyaksikan pertandingan secara langsung.
Bagi Daffa, perjalanan para suporter dan dancer dari Batu menjadi tambahan motivasi.
Mereka rela menempuh perjalanan untuk memberikan dukungan kepada tim Smaza.
Karena itu, Daffa ingin membalas dukungan tersebut dengan memberikan penampilan terbaik di pertandingan perdana.
Perjalanan menuju DBL juga tidak mudah bagi Smaza.
Status sebagai tim dari lingkungan pesantren membuat mereka memiliki keterbatasan waktu latihan.
Latihan pada malam hari tidak diperbolehkan di lingkungan pondok sehingga tim harus mencari waktu lain untuk mempersiapkan diri.
Smaza memanfaatkan dispensasi dari sekolah untuk menjalani latihan mulai pukul 08.00 hingga menjelang waktu Zuhur.
Selain latihan tim, para pemain juga melakukan aktivitas fisik secara mandiri.
Ketiadaan fasilitas gym di asrama membuat mereka memanfaatkan kamar dan waktu luang untuk menjaga kondisi tubuh, termasuk dengan berlari.
Persiapan menuju DBL East Java-South 2026 pun berlangsung dalam waktu relatif singkat.
Setelah libur perpulangan usai kenaikan kelas dan kegiatan MPLS, Smaza hanya memiliki sekitar tiga minggu untuk menjalani latihan intensif.
Bahkan, latihan dengan skuad lengkap baru bisa dilakukan sekitar satu pekan sebelum kompetisi dimulai.
Keterbatasan persiapan tersebut membuat pertandingan perdana menjadi pengalaman sekaligus bahan evaluasi.
Daffa menilai masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama kondisi fisik dan penyelesaian akhir.
Namun, pengalaman menghadapi pertandingan DBL menjadi kesempatan penting bagi Smaza untuk belajar menghadapi persaingan basket antarsekolah di Malang.
Bagi Daffa, kemenangan dalam debut tersebut menjadi awal dari perjalanan yang ingin terus dikembangkan.
Ia tidak ingin pengalaman di DBL berhenti pada pertandingan pertamanya bersama Smaza.
Di luar basket, Daffa juga tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena memiliki keinginan melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Ketertarikannya terhadap atmosfer basket di Amerika membuat Daffa bermimpi dapat menempuh pendidikan di salah satu kampus seperti University of Washington.
Lebih jauh, ia juga berharap dapat merasakan atmosfer kompetisi NCAA dan membuka peluang untuk mengejar karier basket di level yang lebih tinggi.
Bagi Daffa, pengalaman bermain bersama Smaza di DBL dapat menjadi salah satu pijakan untuk mengejar target tersebut.
Debut Smaza di DBL East Java-South akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang kemenangan 18-7.
Bagi Daffa dan rekan-rekannya, pertandingan tersebut menjadi simbol dari perjalanan panjang untuk mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi 5on5.
Setelah lima tahun menunggu, kesempatan itu akhirnya datang pada tahun terakhir Daffa sebagai siswa.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Selain kompetisi basket, DBL Indonesia kembali menghadirkan DBL Camp untuk mencari student-athlete terbaik dari berbagai daerah menuju DBL Indonesia All-Star.
Musim ini juga diramaikan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sedangkan laga final juga tersedia melalui YouTube Good Day ID.
Baca juga: Luna Armata, Kiper Hockey Malang yang Bersinar di Panggung Dance














