Breaking

SDC dan Galatic Girls Hadirkan Perpaduan Tradisi dengan Energi Modern

jed timo

18 August 2026

SDC dan Galatic Girls Hadirkan Perpaduan Tradisi dengan Energi Modern
Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Malang, kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengolah kekayaan budaya Indonesia ke dalam pertunjukan yang lebih modern.

Infomalangcom – Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Malang, kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengolah kekayaan budaya Indonesia ke dalam pertunjukan yang lebih modern.

Pada Minggu (16/8), Smarihasta Dance Community (SDC) dari SMAN 8 Malang dan Galatic Girls dari SMAN 1 Sutojayan tampil dengan konsep berbeda, tetapi sama-sama membawa pesan tentang pentingnya menjaga budaya di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Nusantara dalam Balutan Futuristik dan Kekinian

SDC mengangkat konsep “Nusantara Everglow” yang mempertemukan budaya Indonesia dengan suasana futuristik.

Nuansa cyberpunk menjadi bagian penting dalam pertunjukan mereka.

Visual neon dan elemen teknologi digunakan untuk membangun suasana yang menggambarkan pertemuan antara dunia modern dengan warisan budaya Nusantara.

Cerita penampilan diawali dengan adegan para penari yang seolah sedang menjelajahi sebuah lorong misterius.

Perjalanan tersebut kemudian membawa mereka menemukan berbagai peninggalan budaya Indonesia.

Temuan itu menjadi titik awal pertemuan antara kehidupan modern yang penuh teknologi dengan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.

Pesan mengenai budaya semakin diperkuat melalui penggunaan sejumlah motif batik.

SDC menghadirkan Batik Parang sebagai simbol keteguhan.

Batik Megamendung digunakan untuk merepresentasikan ketenangan, sementara Batik Kawung menggambarkan keseimbangan dalam kehidupan.

Tidak hanya melalui batik, unsur budaya juga diperkuat dengan kehadiran visual gunungan wayang.

Berbagai elemen tersebut kemudian dipadukan dengan konsep futuristik sehingga menciptakan pertunjukan yang menggambarkan bagaimana tradisi dan teknologi dapat berjalan berdampingan.

Melalui “Nusantara Everglow”, SDC ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak harus membuat generasi muda menjauh dari akar budayanya.

Justru, perkembangan zaman dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali budaya Indonesia dengan pendekatan yang lebih kreatif.

Sementara itu, Galatic Girls menghadirkan konsep yang berbeda.

Tim dance dari SMAN 1 Sutojayan tersebut mengajak penonton melihat perjalanan tradisi Indonesia dari masa lalu menuju kehidupan yang lebih modern.

Penampilan Galatic Girls dimulai dengan koreografi bernuansa tradisional.

Gerakan para penari terlihat lembut dan anggun, menciptakan suasana yang menggambarkan kuatnya akar budaya dalam pertunjukan mereka.

Seiring berjalannya penampilan, suasana perlahan berubah. Koreografi mulai bergerak menuju gaya yang lebih modern dan energik.

Perubahan tersebut mencapai puncaknya ketika musik hipdut mulai dimainkan.

Perpaduan dangdut dan hip-hop memberikan karakter berbeda pada pertunjukan Galatic Girls.

Hentakan musik yang lebih energik membuat koreografi tampil semakin dinamis sekaligus memperlihatkan bagaimana unsur tradisional dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Konsep tersebut menjadi cara Galatic Girls menyampaikan pesan bahwa budaya tidak harus selalu ditampilkan dalam bentuk yang sama.

Tradisi dapat terus berkembang selama identitas dan nilai yang terkandung di dalamnya tetap menjadi bagian dari karya.

Penampilan SDC dan Galatic Girls pada akhirnya memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengangkat budaya Indonesia.

SDC memilih dunia futuristik dengan sentuhan cyberpunk, teknologi, batik, dan gunungan wayang.

Sementara itu, Galatic Girls mengandalkan perubahan koreografi dan musik untuk menggambarkan perjalanan tradisi menuju era modern.

Keduanya memperlihatkan bahwa budaya Nusantara memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan melalui kreativitas generasi muda.

Panggung dance tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan kemampuan koreografi, tetapi juga menjadi media bagi pelajar untuk mengenalkan kembali berbagai unsur budaya kepada penonton.

Pesan yang dibawa kedua tim pun memiliki benang merah.

Menjaga budaya tidak berarti menolak perubahan.

Sebaliknya, tradisi dapat terus hidup ketika generasi muda mampu menemukan cara baru untuk mengemas dan memperkenalkannya.

AQUA DBL Dance 2026-2027 menjadi salah satu ruang bagi gagasan tersebut untuk diwujudkan.

Dengan tema “100% Indonesia”, ajang ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi identitas Nusantara melalui koreografi, musik, visual, serta cerita yang mereka bangun di atas panggung.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri berlangsung di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.

Selain kompetisi basket pelajar, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027.

Keseruan rangkaian pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play.

Sementara itu, pertandingan final juga dapat disaksikan melalui YouTube Good Day ID.

Baca juga: Debut Bersejarah Smaza di DBL, Daffa Incar Mimpi Basket ke Amerika

Author Image

Author

jed timo