Breaking

Hadiri Barikan, Wali Kota Malang Ajak Warga Perkuat Semangat Gotong Royong

jed timo

18 August 2026

Hadiri Barikan, Wali Kota Malang Ajak Warga Perkuat Semangat Gotong Royong
Tradisi Barikan kembali menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Infomalangcom – Tradisi Barikan kembali menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Di Kota Malang, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bersih Desa Polowijen 2026 tersebut mendapat apresiasi pemerintah daerah karena tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga menghidupkan semangat kebersamaan dan gotong royong warga.

Wali Kota Malang Hadiri Tradisi Barikan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat hadir dalam pembukaan Bersih Desa Polowijen 2026 yang berlangsung pada 4 Juli 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Melestarikan Memperkuat Budaya Sebagai Identitas Polowijen” dan diselenggarakan secara mandiri oleh masyarakat.

Menurut Pemerintah Kota Malang, rangkaian Bersih Desa Polowijen telah berlangsung sejak 20 Juni 2026 dan digelar secara rutin setiap dua tahun.

Salah satu rangkaiannya adalah doa bersama atau barikan, selain kirab budaya dan karnaval, pengajian umum, serta hiburan kesenian dan campursari.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap warga yang menjaga tradisi secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, Barikan dapat menjadi ruang untuk berkumpul, memanjatkan doa, serta mempererat hubungan antartetangga.

Gotong Royong Jadi Nilai Penting dalam Barikan

Wahyu menilai tradisi masyarakat memiliki nilai sosial yang penting untuk dipertahankan.

Dalam berbagai kesempatan, ia juga menekankan bahwa gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian merupakan modal sosial dalam mendukung pembangunan Kota Malang.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Partisipasi masyarakat diperlukan agar berbagai program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam konteks Barikan, gotong royong terlihat dari keterlibatan warga dalam menyiapkan kegiatan, menjaga kelancaran acara, hingga merawat tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Nilai tersebut membuat kegiatan budaya tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial.

Barikan sebagai Ruang Mempererat Kebersamaan

Barikan memiliki ruang penting dalam rangkaian tradisi masyarakat karena mempertemukan warga dalam suasana yang lebih dekat.

Kegiatan bersama memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, saling membantu, dan menjaga komunikasi antarkelompok di lingkungan tempat tinggal.

Kebersamaan seperti ini memiliki manfaat sosial yang lebih luas.

Ketika hubungan antarwarga terjaga, masyarakat memiliki modal yang lebih kuat untuk menghadapi persoalan lingkungan maupun kebutuhan bersama.

Pemerintah Kota Malang sebelumnya juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.

Menurut Pemkot, ekosistem sosial di tingkat lingkungan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas, keharmonisan, dan kemajuan daerah.

Semangat gotong royong dapat menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan pemerintah.

Baca juga: RPJMD Kota Malang Pasang Target Pendapatan Rp4 Triliun, Strategi Pencapaiannya Jadi Sorotan

Tradisi Lokal Tetap Relevan di Era Modern

Perkembangan zaman membuat pola interaksi masyarakat berubah. Meski demikian, keberadaan tradisi lokal tetap memiliki arti karena menjadi bagian dari identitas suatu wilayah.

Barikan dan rangkaian Bersih Desa memperlihatkan bahwa kegiatan budaya dapat terus berlangsung ketika masyarakat memiliki kemauan untuk merawatnya.

Generasi muda memiliki peran penting dalam proses tersebut.

Pengenalan tradisi tidak harus dilakukan melalui cara lama, tetapi dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman selama nilai utamanya tetap terjaga.

Dokumentasi, media sosial, kegiatan komunitas, dan ruang kreatif dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Pelestarian budaya juga dapat berjalan bersama pengembangan ekonomi masyarakat.

Dalam Bersih Desa Polowijen 2026, Pemkot Malang mencatat bahwa kegiatan tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui aktivitas UMKM.

Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Kota

Semangat gotong royong tidak terbatas pada kegiatan budaya.

Nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, membantu warga yang membutuhkan, hingga menyelesaikan persoalan bersama.

Pemerintah Kota Malang juga pernah mendorong penguatan partisipasi warga melalui berbagai kegiatan.

Pada Januari 2026, Wali Kota Malang menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting untuk memastikan program pembangunan dapat terlaksana secara nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi semakin penting karena persoalan perkotaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah dapat menjalankan kebijakan dan menyediakan pelayanan, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungan serta mengawasi keberlanjutan hasil pembangunan.

Penguatan Kebersamaan untuk Kota Malang

Tradisi Barikan dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur atau program pemerintahan.

Kekuatan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membentuk lingkungan yang aman, harmonis, dan memiliki kepedulian.

Karena itu, pesan mengenai gotong royong relevan untuk diterapkan setelah kegiatan Barikan selesai.

Nilai kebersamaan perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan dan hubungan sosial.

Bagi Kota Malang, pelestarian tradisi seperti Barikan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan.

Ketika masyarakat tetap menjaga budaya sekaligus aktif berkolaborasi, tradisi lokal tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi kekuatan sosial untuk menghadapi perubahan dan mendukung kemajuan kota bersama.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Wali Kota Malang Ajak Warga Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Author Image

Author

jed timo