infomalangcom – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT SANY Heavy Industry Indonesia memperkuat hubungan perguruan tinggi dan industri melalui penandatanganan nota kesepahaman yang mencakup pendidikan, riset, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut menjadi perhatian pada 25 Agustus 2026, sehari setelah kesepakatan resmi ditandatangani.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung Senin, 24 Agustus 2026, di fasilitas PT SANY Industry Machinery, Mitra Karawang Industrial Estate, Jawa Barat.
Kesepakatan ditandatangani Wakil Rektor ITB Bidang Riset dan Inovasi Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., bersama Presiden Direktur PT SANY Heavy Industry Indonesia Li Dao.
Dalam kerja sama itu, kedua pihak membuka peluang pengembangan talenta melalui program magang, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, serta pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia industri.
Kolaborasi juga mencakup peluang penelitian bersama, pengembangan teknologi, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan fasilitas riset.
ITB dan SANY Perkuat Riset, Teknologi, dan SDM
Prof. Lavi menyampaikan apresiasi atas kesempatan ITB memahami fasilitas serta visi SANY secara lebih dekat. Menurutnya, kemitraan tersebut memperluas jaringan kolaborasi ITB dengan perguruan tinggi dan industri di China.
Kolaborasi ITB dengan mitra terkait sebelumnya dimulai pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB dengan PT Green Eco-Manufacture atau GEM. Kemitraan tersebut kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University atau CSU.
Salah satu hasil nyata dari pengembangan kerja sama itu adalah berdirinya laboratorium bersama di Kampus ITB Jatinangor. Menurut Prof. Lavi, fasilitas tersebut dibangun dari awal dan dalam waktu sekitar satu tahun telah dilengkapi berbagai instrumen penelitian berstandar tinggi.
Ia menilai pencapaian tersebut menjadi salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi China, dan industri. ITB kemudian ingin memperluas model tersebut, termasuk melalui kemitraan dengan SANY.
Dari sisi industri, SANY merupakan bagian dari SANY Group, produsen alat berat dan mesin konstruksi yang berbasis di China. Perusahaan mengembangkan teknologi untuk sejumlah sektor, termasuk konstruksi, pertambangan, energi, dan manufaktur cerdas.
Ketua SANY Asia Pacific Zhang Song menyambut kunjungan delegasi ITB. Ia memandang ITB sebagai salah satu perguruan tinggi strategis di Indonesia sekaligus calon mitra penting dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.
Menurut Zhang, strategi global SANY berfokus pada tiga arah, yakni globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi. Dalam konteks kerja sama dengan ITB, SANY menyatakan komitmen untuk mendorong penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Ruang kerja sama juga dirancang bersifat multidisipliner. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan berpeluang mengembangkan kajian teknologi pertambangan, alat berat, keselamatan tambang, efisiensi operasi, serta penelitian sektor pertambangan.
Sementara itu, Fakultas Teknologi Industri dapat berkontribusi dalam teknik industri, teknologi manufaktur, otomasi, sistem produksi, dan inovasi teknologi. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara memiliki peluang pada desain mesin, rekayasa mekanik, peralatan industri, serta teknologi alat berat.
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika juga berpotensi terlibat dalam teknologi digital, otomasi, kecerdasan buatan, sistem kendali, dan transformasi digital industri. Direktorat Riset dan Inovasi ITB dapat mendukung penguatan ekosistem penelitian dan inovasi bersama.
Bagi mahasiswa, kerja sama tersebut memberikan peluang memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Program magang, pembelajaran berbasis industri, kesempatan kerja, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan dalam riset dapat menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dengan praktik profesional.
Bagi perguruan tinggi, kemitraan industri juga membuka kesempatan agar hasil penelitian dan inovasi lebih mudah dikembangkan serta diterapkan. Sementara bagi perusahaan, hubungan dengan kampus dapat membantu memperluas akses terhadap talenta muda dengan kompetensi yang relevan.
Informasi resmi mengenai penandatanganan kerja sama dapat diperiksa melalui publikasi resmi ITB agar masyarakat memperoleh keterangan langsung dari institusi yang terlibat.
Dengan cakupan pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan talenta, kolaborasi ITB dan SANY diharapkan memperkuat hubungan akademik serta industri Indonesia dan China. Kemitraan ini juga menjadi langkah untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih terhubung dengan perkembangan teknologi industri.
Baca juga: Rp80,9 Juta di Rekening Botok AMPB Diblokir, Netizen Serukan Boikot Mandiri











