infomalangcom – Isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan hidup menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah ini terus memperkuat komitmennya mendukung misi pembangunan lingkungan hidup yang digencarkan pemerintah pusat maupun provinsi.
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari kajian pendanaan pembangunan berkelanjutan hingga keterlibatan aktif dalam program pengendalian perubahan iklim berbasis desa.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone Bolango merupakan perangkat daerah yang bertugas merumuskan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup, mengendalikan pencemaran, mengelola persampahan, sekaligus mengawasi kegiatan yang berpotensi berdampak terhadap kelestarian alam.
Selain sebagai pelaksana kebijakan, dinas ini juga berperan sebagai penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayah kerjanya. Peran ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Bone Bolango termasuk dalam kategori kabupaten konservasi, dengan sekitar 70 persen dari total luas wilayahnya merupakan kawasan lindung, meliputi taman nasional dan hutan lindung.
Kajian Pendanaan Alternatif Pembangunan Lestari
Sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan daerah tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama jejaring kabupaten konservasi merumuskan strategi pendanaan alternatif demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango Sri Mulyani Lalijo menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan forum group discussion untuk mengkaji resiliensi fiskal daerah sekaligus opsi pendanaan alternatif bagi pembangunan yang berorientasi lestari.
Baca Juga: Penertiban Reklame Insidental di Kabupaten Malang Diperkuat Demi Ketertiban Umum
Kegiatan ini merupakan forum group discussion kedua yang dilaksanakan bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari, forum kolaboratif yang beranggotakan sejumlah kabupaten dengan komitmen kuat terhadap konservasi lingkungan di Indonesia.
Selain pada aspek pendanaan, komitmen lingkungan hidup di Bone Bolango juga tercermin lewat keterlibatan wilayah ini dalam Program Kampung Iklim yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. Sosialisasi dan penetapan lokasi percontohan program tersebut turut diselenggarakan di Kabupaten Bone Bolango, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas pada 18 desa di Provinsi Gorontalo yang ditetapkan sebagai lokasi pilot project.
Program ini merupakan implementasi dari skema Results-Based Payment REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor kehutanan, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dan Wahana Mitra Mandiri.
Program Kampung Iklim sendiri menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menghadapi dampak perubahan iklim di tingkat desa. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen pemerintah desa, partisipasi aktif warga, kelembagaan yang kuat, serta keberlanjutan aksi setelah tahapan sosialisasi selesai dilaksanakan.
Melalui keterlibatan aktif dalam program semacam ini, Bone Bolango diharapkan mampu melahirkan model pelaksanaan aksi iklim yang terencana, partisipatif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi ke desa maupun kabupaten lain di Gorontalo secara lebih luas.
Dinas Lingkungan Hidup Bone Bolango turut mendorong pengelolaan lingkungan yang tidak hanya bertumpu pada regulasi semata, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan program. Melalui program edukasi, sosialisasi, serta kerja sama lintas sektor, dinas ini berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di lingkungan tempat tinggal masing-masing secara berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga lembaga pendanaan lingkungan tingkat nasional ini menegaskan bahwa pembangunan di Bone Bolango tidak dijalankan secara terpisah dari upaya pelestarian alam, melainkan menjadi satu kesatuan strategi jangka panjang.
Sebagai referensi kebijakan pengelolaan dana lingkungan hidup di tingkat nasional, masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui situs resmi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap dapat terus menyeimbangkan kebutuhan pembangunan daerah dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang. Komitmen ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar terwujud dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di seluruh wilayah Bone Bolango.
Baca Juga: Bank Jatim Salurkan Program CSR untuk Mendukung Pembangunan Kota Malang














