Breaking

Wali Kota Malang Dorong Nilai Pesantren Tetap Jadi Pedoman Generasi Muda

jed timo

14 September 2026

Wali Kota Malang Dorong Nilai Pesantren Tetap Jadi Pedoman Generasi Muda
Nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pesantren dinilai tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

infomalangcom – Nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pesantren dinilai tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong agar nilai keagamaan, akhlak, dan keteladanan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pesan Wali Kota Malang tentang Pentingnya Nilai Pesantren

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membangun daerah.

Pesan tersebut disampaikan ketika Wahyu bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo di Rumah Jabatan Wali Kota Malang pada 9 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wahyu menyampaikan bahwa Kota Malang sebagai kota pendidikan memiliki akar kuat pada nilai keilmuan dan keagamaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan akhlak, adab, serta nilai spiritual masyarakat.

Wahyu juga menilai ulama memiliki peran penting dalam menjaga moral dan nilai spiritual di tengah masyarakat.

Pemerintah menjalankan fungsi pembangunan dan pelayanan publik, sedangkan ulama memiliki peran dalam memberikan tuntunan moral dan keagamaan.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Pelajar di Kota Malang Bisa Naik Angkot Gratis

Nilai Pesantren sebagai Bekal Generasi Muda

Nilai yang berkembang di pesantren dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan.

Pendidikan pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mengenalkan sikap menghormati guru, menjaga hubungan dengan sesama, serta membangun kebiasaan hidup yang berlandaskan akhlak.

Pesan tersebut juga disampaikan Wahyu ketika menghadiri kegiatan haul di Pondok Pesantren Miftahul Huda pada 12 April 2026.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak keluarga besar pesantren untuk melanjutkan perjuangan para ulama, terutama dalam menjaga nilai keislaman serta mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.

Nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu luas.

Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menyaring informasi serta mempertimbangkan dampaknya terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter

Pesantren mempunyai posisi penting dalam pendidikan keagamaan sekaligus pembentukan karakter.

Lingkungan pesantren memberikan ruang bagi santri untuk mempelajari ilmu agama sekaligus mengenal nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kehidupan bersama.

Pemerintah Kota Malang juga melihat keberadaan pesantren sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Dalam kegiatan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Wahyu mengapresiasi peran pimpinan serta pengelola pesantren yang meneruskan perjuangan ulama melalui pendidikan dan dakwah.

Peran tersebut tidak hanya berdampak bagi para santri.

Nilai yang diajarkan di pesantren juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, seperti menghargai orang lain, menjaga hubungan sosial, membantu sesama, serta menjalankan tanggung jawab dengan baik.

Menjaga Nilai Pesantren di Tengah Perubahan Zaman

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar terhadap cara generasi muda memperoleh informasi dan berinteraksi.

Kondisi tersebut memberikan banyak kesempatan untuk belajar, tetapi sekaligus membutuhkan kemampuan untuk memilih informasi yang sesuai dan bermanfaat.

Menjaga nilai pesantren di tengah perubahan zaman bukan berarti menolak kemajuan teknologi.

Nilai keagamaan dan perkembangan teknologi justru dapat berjalan beriringan apabila digunakan secara bijak.

Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan, sembari tetap menjadikan akhlak dan nilai moral sebagai pedoman.

Dengan demikian, kemajuan tidak membuat seseorang kehilangan sikap menghormati sesama maupun tanggung jawab sosial.

Pesan mengenai pentingnya nilai tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Kota Malang terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Nilai yang diperoleh dari lingkungan pendidikan dan keluarga dapat menjadi dasar ketika anak muda menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan.

Sinergi Pemerintah, Pesantren, dan Masyarakat

Penguatan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah, pesantren, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda.

Dalam pertemuan dengan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Wahyu menegaskan pentingnya sinergi ulama dan umara.

Menurutnya, pemerintah dan ulama memiliki peran berbeda, tetapi keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun daerah sekaligus menjaga kehidupan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat pendidikan karakter di Kota Malang.

Pesantren tetap memiliki ruang penting dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak, sementara pemerintah dapat membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

Keluarga juga memiliki peran dalam memastikan nilai yang diperoleh generasi muda dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan orang tua, lingkungan pergaulan yang baik, serta kebiasaan bermasyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter.

Baca juga: UCJ Kota Malang Lampaui Target, Cakupan Jamsostek Terus Diperluas

Dengan sinergi tersebut, nilai pesantren diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat tercermin melalui perilaku generasi muda.

Nilai akhlak, keilmuan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dapat menjadi bekal untuk menghadapi perkembangan zaman sekaligus mendukung pembangunan masyarakat Kota Malang yang berkarakter.

Author Image

Author

jed timo