MALANG – Kontingen Malang Raya mulai menyumbang medali di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Hingga Minggu (1/11/2026), Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mengoleksi total 11 medali, seluruhnya dari cabang olahraga akuatik.
POPDA XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 dibuka resmi pada 6 November dan berakhir 11 November 2026, dengan Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah. Namun, beberapa cabor sudah bertanding lebih awal. Kejuaraan ini diikuti 38 kabupaten/kota, dengan 41 cabang olahraga dan 587 nomor pertandingan.
Ngawi menyiapkan 21 venue. Karena keterbatasan fasilitas, sebagian pertandingan digelar di luar Ngawi. Sembilan venue berada di Surabaya, sedangkan cabor atletik PEPARPEDA digelar di Stadion Wilis, Kota Madiun.
Akuatik Buka Perolehan Medali
Cabor akuatik menjadi pembuka dan sudah berlomba di Kolam Renang Dispora Jatim, Kertajaya, Surabaya, sejak Jumat (30/10/2026), Kota Malang berada di peringkat ke-8 dengan 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Kabupaten Malang di peringkat ke-11 dengan 1 emas dan 1 perak. Kota Batu di peringkat ke-14 dengan 1 perak dan 1 perunggu.
Kabupaten Bangkalan memimpin klasemen sementara dengan 6 emas dan 3 perunggu. Sejauh ini sudah 84 medali dibagikan.
Berikut peraih medali dari Malang Raya:
Kota Malang (7 medali)
- Emas: Neyla Elvinacetta, 200 meter gaya dada putri
- Perak: Giovana Joice Chandranita, 800 meter gaya bebas putri
- Perak: Giovana Joice Chandranita, 400 meter gaya ganti perorangan putri
- Perak: Muhammad Digdaya Izzan Abada, 400 meter gaya bebas putra
- Perunggu: Harits Reynard Rabbani, 50 meter gaya bebas putra
- Perunggu: Valda Azzura Mykaila, 50 meter gaya bebas putri
- Perunggu: tim estafet Kota Malang, 4×100 meter gaya bebas
Kabupaten Malang (2 medali)
- Emas: Patrice Eugenia Fauzi, 800 meter gaya bebas putri
- Perak: Patrice Eugenia Fauzi, 400 meter gaya bebas putri
Kota Batu (2 medali)
- Perak: Aloysius Alden Sembiring, 400 meter gaya ganti perorangan putra
- Perunggu: Aloysius Alden Sembiring, 200 meter gaya ganti perorangan putra
Jadwal dan info lengkap klasemen dapat diakses di laman: https://popdapeparpedajatim.id/
Kabupaten Malang: 170 Atlet, Peraih Emas akan Dihadiahi Rp10 juta
Pemerintah Kabupaten Malang melepas 170 atlet beserta 30 pelatih dan ofisial di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (28/10/2026). Pelepasan dilakukan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib seusai upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Pemkab Malang menyiapkan bonus Rp10 juta bagi peraih medali emas dan Rp7 juta bagi peraih medali perak. Peraih perunggu juga akan mendapat apresiasi khusus.
Kota Batu: 48 Atlet di 19 Cabor
Sehari sebelumnya, Selasa (27/10/2026), Wali Kota Batu Nurochman melepas 48 atlet di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu. Mereka terdiri atas 38 atlet POPDA di 17 cabang olahraga dan 10 atlet PEPARPEDA di 2 cabang olahraga. Bersama pelatih dan ofisial, total rombongan Kota Batu berjumlah 84 orang.
Dalam pelepasan itu, Nurochman meminta atlet bertanding dengan kesungguhan, menunjukkan performa terbaik, serta menghormati keputusan wasit dan lawan. Ia menyebut medali sebagai target penting, tetapi menekankan sportivitas dalam meraihnya.
Kota Malang Terkendala Anggaran
Kota Malang memberangkatkan kontingennya ke POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026, meski persiapannya sempat terkendala anggaran.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menjelaskan, cabang olahraga mengusulkan 423 atlet. Namun, anggaran yang tersedia hanya Rp1 miliar, sedangkan kebutuhan untuk memberangkatkan sekitar 400 atlet mencapai Rp3 miliar. Dana itu digunakan antara lain untuk jersey, penginapan, transportasi, dan asuransi.
Dengan anggaran tersebut, Disporapar memperkirakan hanya sekitar 200 atlet serta 28 ofisial dan pelatih yang bisa diberangkatkan. Per pertengahan Oktober, Arif menyebut keputusan itu belum final. Disporapar meminta setiap cabor memprioritaskan atlet yang berpotensi meraih medali.
“Tidak bisa semua, hanya yang berpotensi meraih medali di Popda 2026,” kata Arif, Rabu (14/10/2026).
Pemkot Malang juga menyiapkan Rp300 juta untuk bonus atlet berprestasi. Atlet yang tidak masuk kuota pemerintah tetap bisa bertanding melalui jalur mandiri, dengan surat pernyataan dari orang tua dan ketua cabor.
Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmiko menjelaskan, pengelolaan anggaran POPDA berada di bawah kewenangan Disporapar. KONI sementara membantu lewat program tryout yang dananya diberikan langsung ke masing-masing cabor.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin juga turun tangan. Ia meminta atlet yang sudah lolos seleksi teknik tetap diberi kesempatan bertanding mewakili Kota Malang.
Baca Juga: Arema FC Kalah 1-3 dari Bali United di Stadion Kanjuruhan, Dua Pemain Kena Kartu Merah
Editor: Handoyo Tejo Wasito
Olahraga
Olahraga
Olahraga
Olahraga
Olahraga
Olahraga