Breaking

Perpustakaan Jimpitan Tangerang Raih Juara 1 Nasional TPBIS 2026

Perpustakaan Kampung Jimpitan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, mencatat prestasi nasional setelah meraih juara pertama dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Mitra Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2026.

infomalangcom – Perpustakaan Kampung Jimpitan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, mencatat prestasi nasional setelah meraih juara pertama dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Mitra Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2026.

Capaian tersebut diraih dengan nilai Key Performance Indicator (KPI) mencapai 100 persen.

Prestasi itu menempatkan Perpustakaan Kampung Jimpitan sebagai salah satu contoh pengelolaan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dinilai mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang menyebut pencapaian tersebut sebagai rekor nasional dalam ajang TPBIS tahun ini.

Ketua Kampung Jimpitan KB2 Slamet Hariyanto mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pengelola, pemerintah, dan warga.

Menurutnya, nilai KPI 100 persen tidak hanya menunjukkan capaian penilaian, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang perubahan di lingkungan masyarakat.

“Raihan nilai KPI 100 ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat perubahan di tengah masyarakat,” kata Slamet.

Melalui pendekatan TPBIS, fungsi perpustakaan diperluas. Perpustakaan tidak hanya digunakan untuk membaca atau meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh pengetahuan yang dapat mendukung kehidupan keluarga.

Perpustakaan Jimpitan Dorong Keterampilan Warga

Kegiatan pemberdayaan tersebut terlihat dalam pelatihan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Pada Mei 2026, DPAD memberikan pelatihan pembuatan hand bucket atau buket bunga tangan kepada warga Kampung Jimpitan KB2 Batuceper. Kegiatan itu diarahkan untuk membuka peluang usaha mandiri sekaligus meningkatkan keterampilan warga.

Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi menjelaskan bahwa program TPBIS membuat perpustakaan tidak lagi identik hanya dengan buku dan aktivitas membaca. Menurut dia, perpustakaan dapat menjadi ruang pemberdayaan yang membuka akses terhadap pengetahuan, kreativitas, serta keterampilan produktif.

Pelatihan tersebut juga menunjukkan bagaimana kegiatan perpustakaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Warga tidak hanya memperoleh akses informasi, tetapi juga kesempatan mempelajari keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Penguatan fungsi sosial itu menjadi bagian penting dalam pencapaian Perpustakaan Kampung Jimpitan pada TPBIS 2026.

Slamet menyebut terdapat empat langkah yang disiapkan untuk menjaga keberlanjutan dampak perpustakaan, yakni modernisasi sarana dan fasilitas publik, pelibatan warga dalam pelatihan keterampilan, penguatan kemitraan lintas sektor, serta publikasi melalui media.

Dalam penilaian TPBIS 2026, Perpustakaan Kampung Jimpitan berada di posisi pertama nasional dengan KPI 100 persen. Posisi berikutnya ditempati Perpustakaan Melati Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Perpustakaan Beringin Jaya, Natuna, Kepulauan Riau.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa perpustakaan tingkat kelurahan dapat menjalankan fungsi yang lebih luas ketika kegiatan literasi dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan gagasan bahwa akses pengetahuan dapat diperkuat melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan warga.

Bagi Kampung Jimpitan, penghargaan nasional menjadi capaian sekaligus tantangan untuk menjaga kualitas program. Modernisasi fasilitas perlu berjalan bersama dengan pelatihan, kolaborasi, dan publikasi agar manfaat perpustakaan tetap dirasakan masyarakat.

Kemenangan Perpustakaan Jimpitan Tangerang pada TPBIS 2026 juga menjadi catatan bagi pengembangan layanan perpustakaan berbasis masyarakat. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang menghubungkan literasi, keterampilan, dan partisipasi warga.

Kegiatan pemberdayaan yang telah dilakukan juga memberikan gambaran mengenai arah pengembangan perpustakaan tersebut. Program yang dekat dengan kebutuhan warga dapat membuat ruang perpustakaan lebih aktif dan memiliki manfaat praktis.

Pelibatan masyarakat menjadi unsur penting karena keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga dukungan warga dan mitra.

Dengan nilai KPI 100 persen, Perpustakaan Kampung Jimpitan Batujaya kini membawa predikat juara pertama nasional. Pemerintah dan pengelola diharapkan dapat mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus memperluas manfaatnya agar penghargaan tersebut berlanjut menjadi dampak nyata bagi masyarakat.

Ke depan, keberhasilan tersebut dapat menjadi dorongan bagi pengelola untuk terus menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penguatan kerja sama dengan berbagai pihak juga dapat membantu memperluas jangkauan program, sehingga perpustakaan semakin berperan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan warga di tingkat lokal.

Baca juga: 3 Langkah Bupati Bulungan Hadapi Karhutla, Puskesmas dan RS Diminta Siaga