Breaking

5 Program Unggulan Paslon Wali di Pilkada Kota Malang

Pasangan calon (Paslon) Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin (Wali) mengusung lima program unggulan dalam Pilkada Kota Malang 2024. Program-program ini dipaparkan saat peresmian posko pemenangan mereka pada Senin, 30 September 2024.

Program Seragam Gratis dan 1000 Beasiswa

Program unggulan pertama yang ditawarkan adalah seragam gratis untuk pelajar Arema mulai dari jenjang SD hingga SMA setiap tahun ajaran baru. Wahyu Hidayat menyampaikan, “Setiap tahun ajaran baru, kami pastikan seluruh pelajar Arema mendapatkan seragam gratis.”

Selain itu, paslon Wali juga mengusung program 1000 beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi di Kota Malang. “Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang berprestasi dan kurang mampu, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam hal pendidikan,” tambah Wahyu Hidayat.

Baca  Juga : Deklarasi Dukungan Paslon ABADI di Pilkada 2024

1000 Event Kreatif dan Dana Rp50 Juta per RT

Program ketiga yang dijanjikan adalah penyelenggaraan 1000 event olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif setiap tahunnya. Paslon Wali percaya bahwa event tersebut akan meningkatkan kreativitas dan daya saing masyarakat Kota Malang.

Program keempat yang menjadi sorotan adalah pemberian dana sebesar Rp50 juta per RT setiap tahun. “Dana ini akan diimplementasikan melalui Program RT Mbois, dengan skala prioritas dan melalui perencanaan yang matang,” ujar Wahyu Hidayat. Ia juga memastikan bahwa anggaran dari APBD Kota Malang sudah mencukupi untuk merealisasikan program ini, meskipun jumlah RT di Kota Malang mencapai 4.018.

Penyelesaian Masalah Perkotaan: Banjir, Macet, dan Parkir

Program unggulan terakhir yang diusung adalah penyelesaian masalah perkotaan seperti banjir, kemacetan, dan masalah parkir. Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa penyelesaian masalah ini menjadi prioritas utama mereka jika terpilih sebagai Wali Kota Malang.

“Kami sudah menyerap banyak aspirasi dari masyarakat selama menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang, dan ini menjadi salah satu langkah konkret kami dalam memecahkan masalah perkotaan,” jelas Wahyu. Ia juga menambahkan bahwa program-program tersebut adalah hasil dari berbagai dialog dengan warga melalui kegiatan ‘Ngombe’ yang mereka gelar untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.

Baca Juga : Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas dan Optimalisasi Parkir di Kota Malang