MALANG – Orang tua di Malang Raya yang berharap anaknya masuk Sekolah Rakyat tidak perlu mencari formulir pendaftaran. Sekolah berasrama gratis milik Kementerian Sosial (Kemensos) itu menjaring siswa lewat data kemiskinan, bukan lewat pendaftaran terbuka.
“Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Bandarlampung, Minggu (26/4/2026). Ia menjelaskan, yang dilakukan pemerintah adalah penjangkauan keluarga paling tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dijemput, Bukan Mendaftar
Pola ini disebut Kemensos sebagai jemput bola. Petugas mendatangi calon siswa dan keluarganya, memverifikasi kondisi keluarga, memastikan orang tua setuju, lalu menilai kesesuaian anak dengan kriteria program.
Sasarannya anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Semua siswa berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 DTSEN, kelompok kesejahteraan terendah.
Tercatat di DTSEN belum berarti otomatis diterima. Menurut Mensos, nama calon siswa lebih dulu dibahas dalam pleno di daerah dan ditetapkan bupati, wali kota, atau gubernur. Setelah itu, Kemensos menetapkannya sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Di Kota Malang, penjangkauan di lapangan dikerjakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyebut pendamping PKH sudah mendata sekitar 130 calon siswa SMA untuk tahun ajaran 2026/2027, Kamis (25/6/2026).
Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makan, asrama, hingga peralatan sekolah, ditanggung program, menurut Pemerintah Kota Malang.
Empat Titik di Malang Raya
| Sekolah | Lokasi | Jenjang |
| SRMP 16 Kota Malang | Gedung eks Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jalan Raya Tlogowaru, Kedungkandang | SMP |
| SRMA 22 Kota Malang | Gedung milik Pemprov Jatim, Jalan Kawi, Klojen | SMA |
| SRMP 14 Kota Batu | UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu | SMP |
| Sekolah Rakyat Terintegrasi | Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang | SD, SMP, SMA |
Hanya sekolah di Bantur yang sudah menempati gedung permanen dan menerima siswa SD. Kompleks itu berdiri di lahan milik Pemerintah Kabupaten Malang seluas 5,9 hektare dengan 17 bangunan, termasuk ruang kelas, asrama, masjid, kantin, dan gedung serbaguna. Disway Malang mencatat 323 siswa SD hingga SMA mengikuti kegiatan awal di sana pada Agustus 2026.
SRMP 14 Kota Batu menampung siswa dari berbagai wilayah. Kepala SRMP 14, Yulianah, menyebut siswanya datang dari penjuru Malang Raya hingga Kota Kediri, dari keluarga kurang mampu hingga miskin ekstrem.
Kota Malang Masih Menumpang
Dua sekolah di Kota Malang masih memakai gedung pinjaman. Karena itu, SRMP 16 tidak menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
“Kami masih dalam tahap rintisan, sehingga belum membuka penerimaan siswa baru,” kata Donny, Senin (22/6/2026). Seluruh siswa angkatan pertama SRMP 16 naik ke kelas 8.
Kepala SRMP 16, Rida Afrilyasanti, menilai perkembangan siswa angkatan pertama cukup menggembirakan setelah sekitar 11 bulan belajar. Menurut dia, seluruh kegiatan siswa di sekolah berasrama itu sudah terstruktur dan terjadwal.
Untuk jenjang SMA, siswa baru asal Kota Malang dititipkan sementara di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar. Kepala sekolah tersebut, Johan Argono, menyebut seluruh siswa asal Kota Malang di sana duduk di jenjang SMA, dan mereka akan kembali ke daerah asal setelah gedung di Malang selesai, Sabtu (15/8/2026).
Seorang siswa asal Malang yang ikut masa pengenalan lingkungan sekolah di Blitar mengaku bergabung atas keputusan keluarganya.
Gedung Permanen: Dari Buring ke Arjowinangun
Rencana gedung permanen Kota Malang sempat berpindah lokasi. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, menyebut lahan awal di kawasan Buring tidak bisa dipakai karena berstatus lahan hijau, Selasa (7/4/2026).
Lokasi kini mengerucut ke Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, di lahan aset pemkot seluas 5,4 hektare. Kompleks ini dirancang untuk jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan.
“Jadi, nanti pembangunan SR permanen di Kota Malang masuk tahap 3,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, Minggu (4/10/2026). Pemkot masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Yang Bisa Dilakukan Keluarga Sekarang
Karena penerimaan bergantung pada data, langkah terpenting adalah memastikan data keluarga di DTSEN sesuai kondisi sebenarnya.
- Cek desil keluarga di laman cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos dengan NIK.
- Jika desil tidak sesuai kondisi, ajukan pembaruan lewat kelurahan, dinas sosial, atau fitur usulan di aplikasi Cek Bansos. Kemensos menyebut desil bersifat dinamis dan bisa diperbarui.
- Jika ada pihak yang menawarkan “pendaftaran” Sekolah Rakyat, konfirmasi lebih dulu ke dinas sosial setempat. Kemensos menegaskan tidak ada pendaftaran terbuka.
Kapan Penjangkauan Berikutnya
Belum ada jadwal resmi untuk tahun ajaran 2027/2028. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyebut rekrutmen siswa untuk tahun ajaran 2027 akan dimulai lebih awal agar seleksinya lebih matang, seperti dikutip Antara, Rabu (28/10/2026).
Sebagai gambaran, seleksi untuk tahun ajaran 2026/2027 dijadwalkan mulai Februari 2026.
Tempat Bertanya
- Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang.
- Warga Kabupaten Malang dan Kota Batu dapat bertanya ke dinas sosial di daerah masing-masing.
- Cek desil DTSEN: cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Baca Juga: Terakreditasi STEM, Program Full-Day TK Islam Impianku Jadi Alternatif Daycare di Malang
Penulis: Fuad Baswarudin
Editor: Handoyo Tejo Wasito
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan