Breaking

Cara Memasak Nasi Putih Rendah Kalori dengan Minyak Kelapa yang Terbukti Secara Ilmiah

Cara Memasak Nasi Putih Rendah Kalori dengan Minyak Kelapa yang Terbukti Secara Ilmiah
Infomalangcom - Nasi putih adalah makanan pokok yang dikonsumsi lebih dari separuh populasi dunia setiap harinya. Namun bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau mengontrol asupan kalori, nasi putih sering kali menjadi musuh yang sulit dihindari.

Infomalangcom – Nasi putih adalah makanan pokok yang dikonsumsi lebih dari separuh populasi dunia setiap harinya. Namun bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau mengontrol asupan kalori, nasi putih sering kali menjadi musuh yang sulit dihindari.

Pertanyaannya, bagaimana jika ada cara memasak nasi putih rendah kalori yang sederhana, murah, dan sudah terbukti secara ilmiah? Cara itu nyatanya sudah ditemukan dan hanya membutuhkan dua langkah tambahan yaitu minyak kelapa dan kulkas.

Mengapa Nasi Putih Dianggap Tinggi Kalori

Sebelum masuk ke triknya, penting untuk memahami mengapa nasi putih kerap diasosiasikan dengan lonjakan kalori dan kenaikan berat badan.

Satu cangkir nasi putih yang sudah dimasak mengandung sekitar 240 kalori yang sebagian besar bisa dengan cepat diubah menjadi lemak jika tidak segera dibakar melalui aktivitas fisik.

Pati dalam nasi terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah pati yang bisa dicerna, yang dengan cepat dipecah menjadi glukosa oleh tubuh. Kedua adalah pati resistan, yang tidak bisa dicerna dan justru melewati usus besar seperti serat makanan.

Pati resistan tidak diserap oleh tubuh dan hanya melewati usus besar sehingga tidak berkontribusi pada kenaikan berat badan. Masalahnya, cara memasak nasi yang umum selama ini justru meminimalkan kandungan pati resistan dan memaksimalkan pati yang mudah dicerna.

Baca Juga : 7 Kuliner Tradisional Indonesia yang Dulunya Diremehkan tapi Kini Diburu Para Wisatawan

Penelitian Ilmiah yang Menjadi Dasar Trik Ini

Trik memasak nasi rendah kalori dengan minyak kelapa bukan sekadar klaim tanpa bukti. Penelitian ini dipimpin oleh Sudhair James, mahasiswa kimia dari College of Chemical Sciences di Sri Lanka, yang mempresentasikan temuannya di National Meeting and Exposition of the American Chemical Society pada Maret 2015.

Tim peneliti menguji 38 jenis beras dari Sri Lanka dan mengembangkan cara memasak baru yang meningkatkan kandungan pati resistan.

Dalam metode ini, mereka menambahkan satu sendok teh minyak kelapa ke dalam air mendidih, lalu memasukkan setengah cangkir beras dan memasaknya selama 40 menit, meski bisa juga direbus selama 20 hingga 25 menit.

Setelah itu, nasi didinginkan di dalam kulkas selama 12 jam. Prosedur ini meningkatkan pati resistan hingga 10 kali lipat untuk jenis beras tradisional yang tidak difortifikasi.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa jika varietas beras terbaik diproses dengan metode ini, kalori yang terserap tubuh bisa berkurang sekitar 50 hingga 60 persen. Hasil penelitian ini dipresentasikan di hadapan para ilmuwan dunia dalam pertemuan ke-249 American Chemical Society.

Bagaimana Minyak Kelapa Mengubah Struktur Pati Nasi

Proses kimia yang terjadi sangat menarik untuk dipahami agar trik ini tidak sekadar diikuti secara buta. Minyak kelapa masuk ke dalam granul pati selama proses memasak dan mengubah strukturnya sehingga tidak lagi terpengaruh oleh enzim pencernaan tubuh manusia.

ni menciptakan apa yang disebut pati resistan tipe 5, yakni kompleks antara amylose dan lipid yang tidak bisa dipecah di usus kecil.

Proses pendinginan di kulkas kemudian memainkan peran yang sama pentingnya. Pendinginan selama 12 jam memicu pembentukan ikatan hidrogen antara molekul amylose di luar granul nasi, yang mengubahnya menjadi pati resistan.

Yang menggembirakan, kadar pati resistan ini tidak berubah meski nasi dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Artinya, tidak perlu makan nasi dalam keadaan dingin untuk mendapatkan manfaatnya.

Langkah Praktis Memasak Nasi Putih Rendah Kalori

Cara mempraktikkan metode ini sangat mudah dan tidak memerlukan peralatan dapur khusus. Berikut langkah-langkahnya secara urut. Pertama, didihkan air di dalam panci.

Kedua, sebelum memasukkan beras, tambahkan minyak kelapa dengan takaran sekitar 3 persen dari berat beras, yang setara dengan sekitar satu sendok teh untuk setiap setengah cangkir beras mentah. Ketiga, masukkan beras dan masak hingga matang.

Keempat, setelah nasi matang, biarkan sedikit mendingin lalu simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Simpan nasi di kulkas selama 12 jam penuh agar pati resistan meningkat secara maksimal. Kelima, setelah 12 jam, nasi bisa dipanaskan kembali dan langsung disajikan.

Manfaat Tambahan bagi Kesehatan

Selain membantu mengurangi kalori yang diserap tubuh, peningkatan pati resistan dalam nasi juga membawa manfaat kesehatan lainnya.

Menurut Sudhair James dalam presentasinya di ACS National Meeting, pati resistan dapat memperbaiki respons glikemik tubuh, mempercepat metabolisme lipid, dan meningkatkan fungsi imun.

Manfaat pada gula darah juga tidak bisa diabaikan. Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa nasi yang didinginkan dan dipanaskan kembali menghasilkan respons glikemik 20 hingga 35 persen lebih rendah dibandingkan nasi yang baru dimasak, tergantung pada varietasnya.

Ini menjadikan metode ini sangat relevan bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengalami resistensi insulin.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencoba

Meski menjanjikan, ada beberapa hal yang perlu dipahami secara realistis. Penelitian asli menggunakan metode memasak tradisional Sri Lanka yang cukup panjang, sehingga hasil di dapur rumahan bisa bervariasi tergantung varietas beras dan cara memasaknya.

Beras jenis long-grain, basmati, dan beras parboil memiliki kandungan amylose lebih tinggi dibandingkan beras short-grain atau ketan, sehingga akan membentuk lebih banyak pati resistan saat didinginkan

Trik ini paling efektif dipadukan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif. Memasak nasi dengan minyak kelapa dan menyimpannya semalaman di kulkas adalah langkah sederhana yang tidak membutuhkan biaya tambahan berarti, namun bisa menjadi bagian dari strategi makan sehat yang berkelanjutan dan tetap membiarkan nasi ada di meja makan setiap harinya.

Baca Juga : Batagor Jadi yang Terfavorit, Ini 10 Jajanan Tradisional Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas