Breaking

Diskominfo Kota Malang Perkuat Infrastruktur Digital dan Layanan Publik

Diskominfo Kota Malang Perkuat Infrastruktur Digital dan Layanan Publik
Transformasi digital di lingkungan pemerintahan terus digenjot Kota Malang guna mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.

infomalangcom – Transformasi digital di lingkungan pemerintahan terus digenjot Kota Malang guna mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menjadi motor utama di balik sejumlah inovasi digital yang kini semakin merambah ke ruang-ruang publik dan lintas sektor pelayanan pemerintahan.

Salah satu andalan Diskominfo Kota Malang adalah aplikasi Malang Mbois, super-app berbasis digital yang mengusung konsep one stop service atau layanan terpadu satu pintu.

Aplikasi ini telah diluncurkan sejak 2024 dan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, mencakup layanan kependudukan, perizinan daerah, pendidikan, kesehatan, hingga akses CCTV dalam satu genggaman.

Perluasan Akses Layanan hingga ke Ruang Publik

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memperluas akses aplikasi Malang Mbois hingga ke ruang-ruang publik, dengan menyebarkan barcode di berbagai titik strategis.

“Ke depan beberapa titik akan dipasang semacam barcode. Karena di dalam aplikasi itu ada layanan aduan juga, terintegrasi dengan Sambat Online.

Masyarakat bisa scan barcode di situ untuk menyampaikan aduan yang dimiliki,” ujar Widianto.

Ia menjelaskan, titik-titik ruang publik yang menjadi sasaran pemasangan barcode antara lain pasar, halte, taman, serta area terbuka lainnya yang memiliki intensitas pengunjung cukup tinggi.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi 10 Agustus 2026, Kolom Letusan Capai 700 Meter

Meski demikian, penempatan barcode tersebut masih dalam tahap perencanaan dan pemetaan lokasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kota Malang, Pandu Zanuar, menjelaskan bahwa Pemkot Malang menyelaraskan kebijakan digitalisasi dari pemerintah pusat lewat aplikasi Malang Mbois yang menyatukan berbagai layanan publik dalam satu platform.

“Semua layanan publik terpusat di aplikasi Malang Mbois. Mulai dari layanan kependudukan, perizinan daerah, pendidikan, kesehatan sampai CCTV,” katanya.

Pandu menambahkan bahwa aplikasi Malang Mbois juga telah disesuaikan agar mudah diakses kelompok rentan seperti lansia.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berfokus pada sisi layanan semata, tetapi juga mencakup aspek lain seperti sumber daya manusia, infrastruktur, dan keamanan siber.

“Karena itu, Pemkot Malang juga rutin memberikan pelatihan SDM terkait digitalisasi,” tegasnya.

Selain Malang Mbois, Diskominfo turut berperan dalam pengembangan aplikasi Si Mbois Ker (Sistem Informasi Malang Bersinergi Optimalkan Inovasi Strategi Kerja Sama) yang diluncurkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Sekretaris Daerah Erik Setyo Santoso di Ruang Sidang Balai Kota Malang.

Aplikasi ini dikembangkan untuk mempercepat dan mempermudah proses kerja sama antarinstansi, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun internasional.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Malang, Yuyun Nanik Ekowati, menyampaikan bahwa aplikasi tersebut lahir untuk menjawab berbagai kendala koordinasi yang selama ini terjadi dalam proses kerja sama antarlembaga, dengan dukungan sosialisasi dan bimbingan teknis dari Diskominfo agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Berbagai langkah penguatan infrastruktur dan layanan digital ini turut sejalan dengan arah kebijakan transformasi digital nasional yang terus digencarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), guna mendorong pemerataan akses layanan publik berbasis teknologi di berbagai daerah.

Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan transformasi digital nasional dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital di tingkat kota, Pemerintah Kota Malang juga menjalin audiensi langsung dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi untuk membahas pengembangan program yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

Kolaborasi semacam ini dinilai penting agar setiap inovasi digital yang dikembangkan Diskominfo tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan arah kebijakan digitalisasi yang lebih luas di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang dukungan sumber daya dan pendampingan teknis dari pemerintah pusat.

Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Diskominfo Kota Malang berharap masyarakat semakin dimudahkan dalam mengakses layanan publik, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan warga di era digital saat ini.

Baca Juga: 407 Mal di Indonesia Gelar Diskon hingga 80 Persen, Indonesia Shopping Festival 2026 Resmi Digelar

Author Image

Author

Bima Yoga