Infomalangcom – Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Malang, kembali menghadirkan pertunjukan dengan cerita dan konsep yang beragam.
Kali ini, John 3:16 dari Charis National Academy Malang dan Smaza Mentality dari SMA Al-Izzah Batu sama-sama membawa kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang berbeda.
John 3:16 memilih mengangkat kisah sejarah Kerajaan Majapahit dengan menyoroti sosok perempuan yang memiliki peran penting dalam perjalanan kerajaan tersebut.
Sementara itu, Smaza Mentality tampil dengan perpaduan sejumlah tarian daerah Nusantara yang mereka pelajari secara mandiri.
Dua Tim, Dua Cara Merayakan Kekayaan Budaya Indonesia
John 3:16 menghadirkan kisah Ratu Tribhuana Tunggadewi sebagai pusat cerita dalam penampilan mereka.
Tokoh tersebut merupakan putri Raden Wijaya sekaligus cucu dari Kertanegara yang memiliki peran penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit.
Dalam konsep yang dibawakan John 3:16, Tribhuana Tunggadewi digambarkan sebagai sosok pemimpin perempuan yang tenang, cermat, tetapi memiliki visi besar terhadap masa depan Nusantara.
Ia juga memiliki peran dalam perjalanan Gajah Mada hingga dipercaya menduduki posisi sebagai mahapatih.
Melalui koreografi yang anggun, John 3:16 ingin memperlihatkan bahwa kejayaan Majapahit tidak hanya berkaitan dengan satu tokoh.
Di balik perjalanan besar kerajaan tersebut terdapat peran pemimpin perempuan yang turut mengambil keputusan penting.
Pemilihan sosok Tribhuana Tunggadewi juga memberikan sudut pandang berbeda terhadap cerita sejarah Majapahit.
Jika kisah kerajaan tersebut kerap dikaitkan dengan Gajah Mada dan Sumpah Palapa, John 3:16 mencoba memperkenalkan sosok perempuan yang turut memiliki pengaruh dalam perjalanan Majapahit.
Cerita sejarah tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan tari dan visual yang menonjolkan karakter seorang pemimpin.
Penampilan mereka menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali sejarah Nusantara melalui medium seni yang lebih dekat dengan generasi muda.
Di sisi lain, Smaza Mentality dari SMA Al-Izzah Batu memilih pendekatan yang lebih beragam.
Sebagai tim dance debutan, mereka membawa konsep perpaduan berbagai tarian daerah Indonesia.
Salah satu fokus utama penampilan mereka adalah budaya Papua.
Wilayah Indonesia bagian timur tersebut menjadi inspirasi utama dalam pertunjukan yang kemudian dikembangkan dengan memasukkan unsur dari berbagai daerah lainnya.
Tidak hanya menampilkan gerakan bernuansa Papua, Smaza Mentality juga memadukannya dengan Tari Puli dari Sulawesi Utara, unsur tarian Maluku, hingga Tari Kecak dari Bali.
Perpaduan tersebut menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia yang disatukan dalam satu pertunjukan.
Menariknya, persiapan Smaza Mentality dilakukan dengan waktu yang cukup terbatas.
Para anggota tim harus membagi waktu antara latihan dance dengan kegiatan belajar serta aktivitas ekstrakurikuler di sekolah.
Mereka juga tidak memiliki latar belakang sebagai penari profesional ataupun pendamping koreografer khusus.
Sebagian besar proses penyusunan gerakan dilakukan secara mandiri melalui riset dan pembelajaran dari berbagai referensi di internet.
Kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan keberanian untuk tampil.
Justru, keterbatasan menjadi tantangan yang mendorong para anggota Smaza Mentality untuk bekerja sama menyusun konsep dan mempersiapkan koreografi.
Meskipun sederhana, penampilan mereka tetap membawa pesan mengenai keberagaman Indonesia.
Setiap unsur tarian yang dipadukan menunjukkan bahwa kekayaan budaya Nusantara dapat dirayakan melalui berbagai bentuk kreativitas.
Dua tim tersebut akhirnya menghadirkan warna berbeda di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South.
John 3:16 menggunakan sejarah Majapahit untuk menyoroti kontribusi seorang pemimpin perempuan, sedangkan Smaza Mentality memperkenalkan keberagaman tarian Nusantara melalui konsep yang mereka bangun secara otodidak.
Keduanya memperlihatkan bahwa tema “100% Indonesia” dapat diterjemahkan melalui banyak perspektif.
Sejarah, budaya daerah, hingga kreativitas generasi muda dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan tentang identitas Indonesia.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Selain kompetisi basket, musim ini juga menghadirkan DBL Camp untuk menjaring student-athlete terbaik dari berbagai daerah menuju DBL Indonesia All-Star.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 turut menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga dapat ditonton melalui YouTube Good Day ID.
Baca juga: Brandon Bersinar dengan 20 Poin, Smaga Jadi Tim Pertama yang Amankan Playoff












