Breaking

3 Langkah Nyata Pemkot Malang Siapkan Minibozem Jl Bondowoso untuk Atasi Banjir Perkotaan

Fahrezi

15 January 2026

3 Langkah Nyata Pemkot Malang Siapkan Minibozem Jl Bondowoso untuk Atasi Banjir Perkotaan
3 Langkah Nyata Pemkot Malang Siapkan Minibozem Jl Bondowoso untuk Atasi Banjir Perkotaan

Infomalang.com – Kota Malang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir perkotaan yang kerap muncul saat intensitas hujan meningkat.

Pemerintah Kota Malang menyiapkan solusi berbasis infrastruktur melalui pembangunan minibozem di kawasan Jalan Bondowoso.

Langkah ini dirancang sebagai bagian dari strategi pengendalian air terpadu agar risiko genangan di pusat kota dapat ditekan secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Pembangunan minibozem dipilih karena dinilai efektif dalam menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan secara terkendali ke sistem drainase kota.

Kawasan Jalan Bondowoso dipetakan sebagai titik prioritas karena memiliki karakter wilayah padat aktivitas, infrastruktur lama, serta riwayat genangan saat curah hujan tinggi.

Melalui perencanaan yang matang, Pemkot Malang berharap minibozem dapat menjadi solusi fungsional tanpa mengganggu aktivitas warga maupun estetika kota.

Langkah Pertama: Kajian Teknis Berbasis Data

Langkah pertama yang disiapkan Pemkot Malang adalah kajian teknis dan pemetaan risiko banjir secara menyeluruh.

Tim teknis dari dinas terkait melakukan analisis topografi, kapasitas saluran eksisting, serta pola aliran air hujan di kawasan tengah kota.

Data tersebut menjadi dasar penentuan lokasi, ukuran, dan kapasitas minibozem agar mampu bekerja optimal.

Pendekatan berbasis data ini penting untuk memastikan pembangunan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.

Selain kajian teknis, Pemkot Malang juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Proses perencanaan melibatkan penghitungan dampak terhadap ruang terbuka, vegetasi, serta aktivitas masyarakat sekitar.

Dengan demikian, pembangunan minibozem tidak hanya berorientasi pada fungsi teknis, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Langkah ini mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi arah kebijakan kota.

Baca Juga :

Drainase Suhat Rampung 100 Persen, Wagub Jatim Ingatkan Hal Ini

Langkah Kedua: Integrasi Sistem Drainase

Langkah kedua adalah integrasi minibozem dengan sistem drainase perkotaan yang sudah ada. Pemkot Malang menargetkan agar minibozem berfungsi sebagai penyangga sementara ketika debit air meningkat drastis.

Air yang tertampung akan dilepas secara bertahap sehingga tidak membebani saluran utama.

Integrasi ini membutuhkan perencanaan hidrologi yang presisi agar aliran air tetap stabil dan risiko luapan dapat diminimalkan secara signifikan.

Dalam tahap ini, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci. Dinas teknis, perencana wilayah, hingga pengelola utilitas kota dilibatkan untuk memastikan tidak terjadi konflik jaringan maupun gangguan layanan publik.

Sinergi antarinstansi memperkuat efektivitas program serta meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan di lapangan. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan dan kolaboratif.

Langkah Ketiga: Pengawasan dan Edukasi Publik

Langkah ketiga adalah pengawasan berkelanjutan dan edukasi publik. Pemkot Malang menyadari bahwa infrastruktur pengendali banjir harus didukung oleh kesadaran masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan mekanisme pemeliharaan rutin serta sosialisasi kepada warga sekitar mengenai fungsi minibozem.

Partisipasi publik diharapkan dapat menjaga fasilitas tetap optimal dan bebas dari penyumbatan sampah.

Melalui tiga langkah nyata tersebut, Pemkot Malang menegaskan pendekatan preventif dalam penanganan banjir perkotaan.

Minibozem di Jalan Bondowoso tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi bagian dari sistem pengelolaan air yang terencana dan berorientasi jangka panjang.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan kota terhadap cuaca ekstrem sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat Malang secara menyeluruh.

Dari perspektif kebijakan publik, pembangunan minibozem juga menunjukkan peningkatan kapasitas perencanaan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan urbanisasi.

Pertumbuhan kawasan terbangun yang pesat menuntut solusi inovatif agar daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Dengan memanfaatkan ruang secara efisien, minibozem menjadi alternatif realistis dibandingkan proyek skala besar yang membutuhkan lahan luas.

Pendekatan ini memperkuat resiliensi kota sekaligus menjaga keberlanjutan tata ruang.

Ke depan, Pemkot Malang berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja minibozem setelah beroperasi.

Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan serupa di titik rawan lainnya. Replikasi program berbasis bukti diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian banjir yang saling terhubung.

Dengan perencanaan matang, pelaksanaan terukur, dan dukungan masyarakat, upaya pengendalian banjir perkotaan di Malang diharapkan berjalan lebih efektif dan berdaya guna.

Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret, adaptif, dan bertanggung jawab bagi keberlanjutan kota demi keselamatan lingkungan dan kesejahteraan warga Malang.

Baca Juga :

Pemprov Jatim Susun Langkah Penataan Soehat, Parkir dan Banner Jadi Perhatian

Author Image

Author

Fahrezi