Breaking

Prabowo Bahas Strategi agar Makin Banyak Warga Bisa Punya Rumah

Bima Yoga

2 September 2026

Prabowo Bahas Strategi agar Makin Banyak Warga Bisa Punya Rumah
Pemerintah kembali menempatkan akses terhadap hunian layak sebagai salah satu perhatian dalam agenda pembangunan.

infomalangcom – Pemerintah kembali menempatkan akses terhadap hunian layak sebagai salah satu perhatian dalam agenda pembangunan.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret agar masyarakat lebih mudah memperoleh rumah yang layak dan terjangkau.

Dalam rapat itu, pemerintah membahas kebijakan yang dapat meringankan akses pembiayaan perumahan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat memiliki rumah, terutama bagi kelompok yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh hunian.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pembahasan tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan rumah, tetapi juga kualitas lingkungan tempat tinggal.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan hunian masyarakat berada dalam kawasan yang mendukung kehidupan yang sehat dan nyaman.

“Rapat membahas upaya menghadirkan rumah yang lebih layak dan terjangkau, termasuk kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis pemerintah.

Strategi Perumahan Prabowo Menyasar Hunian dan Lingkungan

Pembahasan perumahan tersebut juga dikaitkan dengan Gerakan Indonesia ASRI yang berarti Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Pemerintah mendorong agar peningkatan kualitas rumah berjalan beriringan dengan pembenahan lingkungan permukiman.

Program tersebut mencakup penyediaan serta perbaikan fasilitas air bersih dan mandi, cuci, kakus atau MCK. Pengelolaan sampah, kebersihan, dan keindahan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

Dengan pendekatan itu, kualitas hunian dipandang tidak cukup dinilai dari kondisi bangunan saja.

Teddy menegaskan rumah yang layak harus berada di lingkungan yang bersih, sehat, aman, nyaman, resik, dan indah. Pemerintah juga mempertimbangkan karakter, budaya, serta kearifan lokal dalam pembenahan permukiman di berbagai daerah.

Data pemerintah yang disampaikan Teddy menunjukkan program bedah rumah telah menjangkau sekitar 400 ribu rumah sejak 2025 hingga saat ini.

Baca Juga: Prabowo Hadiri EEF ke-11, Peluang Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia Jadi Sorotan

Program tersebut kemudian dilanjutkan melalui berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan, termasuk fasilitas dasar dan pengelolaan kawasan permukiman.

Informasi resmi mengenai rapat tersebut juga dapat dibaca melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang memuat keterangan pemerintah terkait pembahasan hunian layak dan lingkungan ASRI.

Rapat terbatas itu dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Kehadiran sejumlah menteri menunjukkan bahwa persoalan kepemilikan rumah membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Pembiayaan, pembangunan hunian, penyediaan infrastruktur dasar, hingga pengelolaan lingkungan memiliki keterkaitan dalam menciptakan tempat tinggal yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari sisi kebijakan, pembahasan mengenai kemudahan pembiayaan menjadi salah satu poin penting karena kemampuan membayar menjadi faktor yang menentukan akses masyarakat terhadap rumah.

Pemerintah menyatakan langkah tersebut diarahkan agar semakin banyak warga dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

Pada saat yang sama, peningkatan kualitas lingkungan menjadi bagian penting dari konsep perumahan yang dibahas.

Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah rumah, tetapi juga memperhatikan kondisi kawasan tempat masyarakat tinggal agar pembangunan memberikan manfaat yang lebih menyeluruh.

Teddy menyebut semangat Indonesia ASRI diarahkan untuk menghadirkan hunian yang semakin layak sekaligus lingkungan yang semakin indah.

Pendekatan tersebut tetap mempertahankan identitas daerah sehingga pembangunan permukiman tidak mengabaikan karakter dan kearifan lokal.

Rapat di Hambalang menjadi bagian dari upaya pemerintah merumuskan langkah konkret di sektor perumahan. Dengan pembahasan yang melibatkan sejumlah kementerian, kebijakan kepemilikan rumah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal.

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan kebijakan pembiayaan dan pembangunan benar-benar dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.

Selain jumlah rumah, kualitas bangunan, fasilitas dasar, lingkungan sehat, dan keterjangkauan biaya menjadi aspek yang perlu berjalan bersama agar tujuan menghadirkan hunian layak dapat tercapai secara lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Tak Hanya Pejabat, RUU Perampasan Aset Juga Menyasar Pengusaha dan Masyarakat

Author Image

Author

Bima Yoga