infomalangcom – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Malang Selatan tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga menyasar fasilitas pelayanan kesehatan.
Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, turut mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat kekeringan yang terjadi sejak awal Agustus 2026, sehingga memerlukan bantuan distribusi air secara rutin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih di Puskesmas Sitiarjo menjadi salah satu prioritas penyaluran bantuan, mengingat fasilitas kesehatan tersebut melayani ribuan warga di wilayah terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi,” ujar Sadono.
Distribusi Air ke Puskesmas Terus Berlanjut Sejak Awal Agustus
Berdasarkan catatan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Malang, distribusi air bersih ke Puskesmas Sitiarjo telah dilakukan sejak 9 Agustus 2026 secara bertahap.
Pada periode 9 hingga 11 Agustus 2026, Puskesmas Sitiarjo menerima pasokan sebanyak 10 ribu liter air bersih. Penyaluran tersebut terus berlanjut hingga pertengahan Agustus, dengan tambahan pasokan sebanyak 5.000 liter yang membuat total distribusi ke puskesmas tersebut mencapai 15 ribu liter hingga 16 Agustus 2026.
Sadono merinci bahwa hingga 17 Agustus 2026, total distribusi air bersih ke Puskesmas Sitiarjo bertambah menjadi 85 ribu liter, seiring dengan bertambahnya kebutuhan operasional layanan kesehatan di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
Baca Juga: 27 Agustus 2026, ORF Porong Pertagas Perkuat Pasokan Gas Bumi untuk Industri Jatim
Bantuan air kembali ditambah pada 19 Agustus 2026 sebanyak lima ribu liter, sehingga total pencapaian distribusi air bersih ke Puskesmas Sitiarjo sejak awal Agustus tercatat sebanyak 20 ribu liter khusus untuk periode pertengahan hingga akhir bulan tersebut.
Selain Puskesmas Sitiarjo, distribusi air bersih turut menyasar sejumlah desa terdampak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, terutama Desa Sumberagung yang mencatat jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 967 kepala keluarga atau 3.611 jiwa.
Hingga pertengahan Agustus, desa tersebut telah menerima pasokan air bersih mencapai 90 ribu liter.
Sadono menjelaskan bahwa operasi distribusi air bersih ini melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari BPBD Kabupaten Malang, Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang, perangkat desa setempat, hingga tenaga medis Puskesmas Sitiarjo yang turut membantu proses pembagian air kepada warga maupun kebutuhan operasional fasilitas kesehatan itu sendiri.
“Distribusi ini merupakan bagian dari penanganan tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Kondisi kekurangan air bersih di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Sitiarjo dinilai cukup krusial mengingat air menjadi kebutuhan dasar dalam mendukung operasional pelayanan medis sehari-hari, mulai dari sanitasi ruang perawatan, sterilisasi alat kesehatan, hingga kebutuhan kebersihan bagi tenaga medis dan pasien yang berkunjung.
Tanpa pasokan air yang memadai, pelayanan kesehatan berpotensi terganggu, terutama pada layanan yang membutuhkan standar kebersihan tinggi.
BPBD Kabupaten Malang menegaskan akan terus memantau kebutuhan air bersih di fasilitas kesehatan maupun permukiman warga selama musim kemarau berlangsung, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, guna memastikan ketersediaan sumber air untuk kebutuhan distribusi tetap terjaga.
Informasi terkini mengenai perkembangan penanganan kekeringan di berbagai wilayah dapat dipantau melalui laman resmi BPBD Kabupaten Malang.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, dukungan pasokan air bersih bagi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Sitiarjo diharapkan dapat terus terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan optimal meski di tengah keterbatasan sumber air akibat dampak musim kemarau dan fenomena El Nino yang tengah melanda wilayah tersebut.
Kekeringan yang melanda Malang Selatan sendiri bukan fenomena baru, mengingat wilayah ini secara geografis memiliki karakteristik tanah berkapur yang minim menyimpan cadangan air saat musim kemarau tiba.
Setiap tahunnya, sejumlah desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, hingga Gedangan kerap menjadi langganan pengajuan bantuan droping air bersih dari pemerintah daerah.
Selain mengandalkan distribusi air bersih dari BPBD, warga dan pihak puskesmas juga diimbau untuk mengoptimalkan sarana penampungan air yang tersedia agar pasokan yang diterima dapat digunakan secara lebih efisien hingga jadwal pengiriman berikutnya.
Koordinasi yang solid antara BPBD, PMI, tenaga kesehatan, dan perangkat desa diharapkan mampu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau tahun ini.
Baca Juga: UM Kirim Relawan ke NTT, Ini 3 Fokus Pemulihan Pascabencana














